oleh

Mayat Anak Dibawah Umur di Bengkalis Ternyata Korban Sodomi

wahanaindonews.com, Bengkalis – Penemuan mayat anak dibawah umur di Jl.Pembangunan II Rt 002 Rw 003 dekat lapangan bolakaki, Dusun I Desa Sungai Batang, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, pada Rabu, 16 Juni 2021 lalu, ternyata korban sodomi dan dibunuh oleh tersangka IN pengguna narkotika.

Polres Bengkali berhasil menangkap pelakunya inisial IN (48), warga Kecamatan Bengkalis.

Hal ini disampaikan Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan didampingi Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi saat press releas, di Mako Polres Bengkalis, Jumat, 9 Juli 2021.

Dijelaskan Kapolres, bahwa menurut pengakuan tersangka IN, sekira jam 14.00 WIB ia bertemu dengan temannya U di tepi jalan utama Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis, tepatnya didepan kedai/warung warga bernama AG. Kemudian saat itu IN mengatakan,”nanti malam bawa budak itu (korban RW) ke Jalan Sungai Batang, nanti sampai situ aku datang dan kasi uang minyak Rp.10.000,-,” kata IN.

Selanjutnya IN langsung ke kedai AG untuk membeli pakan ternak dan langsung pulang kerumahnya. Pada sore harinya sekira jam 16.30 WIB, IN pergi meramban (mengambil makanan kambing) ke lapangan bola kaki yang terletak di Jalan Sungai Batang sampai pukul 17.15 WIB dan pulang ke rumahnya. Setelah itu IN memberi makan ternak dan memasukkan ternak tersebut ke dalam kandang.

Kemudian sekitar jam 18.50 WIB, IN pergi  selesai mandi dan ganti pakaian  langsung menuju Jalan Sungai Batang tempat terjadinya lokasi pembunuhan dengan menggunakan Sepeda Motor merk Honda jenis Revo.Sempat menunggu sekitar ± 5 (lima) menit, U dan korban RW datang.

“Setelah itu, IN langsung mengatakan kepada U supaya pergi dan memberikan uang sebesar Rp. 10.000,- untuk membeli minyak, selain itu IN juga mengatakan kepada U bahwa korban RW “tak payah dijemput, nanti aku yang antar balek”. Kemudian U meninggalkan IN dengan korban RW berdua dilokasi tersebut,” kata Kapolres.

Lebihlanjut dijelaskan Hendra, lalu IN membawa korban RW jalan masuk beberapa meter ke lokasi semak-semak,  hingga melakukan perbuatan sodomi kepada korban, setelah IN menyuruh korban RW untuk membuka baju dan celana yang dikenakan korban, dan korban mengikuti perkataan IN dengan langsung membuka pakaiannya.  Setelah itu IN menyuruh korban untuk menggunakan pakaiannya kembali dan membawanya kembali ke Jalan Sungai Batang.

“Pada saat berada di Jalan Sungai Batang tepatnya di lokasi terjadinya perkara pembunuhan tersebut, korban mengatakan kepada IN; “sudahlah, jangan lakukan lagi, selepas ini aku akan mengadu kepada ayah aku,” kata korban.Saat mendengar kata-kata korban RW tersebut, IN cemas dan panik sehingga mengatakan kepada korban RW; “tunggu disitu sekejab, aku pegi kejab”, ucap Kapolres menirukan kata tersangka.

Diteruskan Hendra, IN  langsung mengambil parang yang berjarak ± 20 (dua puluh) meter ke tempat sering menyimpan parang, setiap IN  selesai mencari pakan kambing dan sagu untuk makan Itik yang dekat dengan tempat kejadian pembunuhan tehadap korban RW tersebut.

Kemudian IN  langsung mendatangi korban dan mengayunkan parang yang sudah di pegang tersebut kearah pelipis sebelah kanan korban RW, dan pada saat itu korban merintih minta tolong sebanyak 2 (dua) kali dengan bahasa tolooonnnng, tolooooonnnnng, IN terus mengayunkan parang kearah kepala korban, dan korban menangkisnya menggunakan kedua tangannya, dan pada saat itu korban langsung tumbang dan terlentang ke semak-semak.Setelah korban tumbang, IN secara membabi buta mengayunkan parang yang masih dipegangnya ke arah kepala dan wajah korban, hingga menggorokkannya kebagian leher korban.

“Atas perintah Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi melalui Kanit Pidum Ipda Dodi Ripo Saputra, memerintahkan anggota Opsnal untuk melakukan penyelidikan di Desa Ketam Putih, pada hari Kamis tanggal 17 Juni 2021, sekira pukul 16.00 WIB, dan  berhasil mengamankan 1 orang yang di duga pelaku pembunuhan yang bernama IN,” ujar Kapolres.

Adapun, sambungnya,  kronologis penangkapannya sebagai berikut, pada hari Kamis tanggal 17 Juni 2021, IN diamankan dan dibawa ke Polres Bengkalis guna dilakukan rangkaian penyelidikan terkait adanya temuan mayat. Berdasarkan informasi di lapangan, bahwa IN mengetahui adanya suara minta tolong pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2021 sekira pukul 19.00 Wib di sekitar rumahnya di Jalan Sungai Batang, Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis.

Pada hari Kamis tanggal 17 Juni 2021 sekira pukul 06.30 WIB, di dapati petunjuk yang mengarah kepada IN masih minim, dilakukan pemeriksaan urine IN positif menggunakan Narkotika, sehingga IN diserahkan ke Sat Narkoba guna proses penyidikan.

“Seiring berjalannya waktu proses penyelidikan terhadap perkara temuan mayat di Desa Sungai Batang, Polres Bengkalis mendatangkan ahli forensik dan ahli phsikologi dari Kota  Pekanbaru,” ujar Kapolres

Kemudian, ditambahnya, tepat pada hari Kamis pada tanggal 08 Juli 2021 sekira pukul 07.00 WIB, dilakukan pemeriksaan terhadap IN di ruang Sat Reskrim Polres Bengkalis dengan di dampingi tim Jatanras Krimum Polda Riau, dimana IN telah mengakui perbuatannya bahwa ianya adalah pelaku pembunuhan terhadap korban an. RW (14) yang di temukan di Sungai Batang, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Kemudian terhadap IN dilakukan proses penyidikan lebih lanjut dengan menetapkannya sebagai tersangka terhadap kasus pembunuhan dan atau kekerasan terhadap anak dibawah umur.

“Tersangka dijerat Pasal 338 KUHPidana jo pasal 80 ayat (3), jo pasal 76 C Undang- Undang RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU.Dengan ancaman hukuman 15 (lima belas) tahun kurungan,” tutup Kapolres.(L.Batu).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed