oleh

Debt Collector Tarik Sepeda Motor dari Tangan Pihak Ketiga

-Batam, Berita-639 views

wahanaindonews.com, Batam – Penarikan sepeda motor Scoopy akibat kredit macet dari tangan orang ketiga  yang dilakukan oleh orang yang mendapat mandat dari leasing  MCF, sungguh ironis.

Rudi Hutagalung kreditur MCF mengatakan kepada media pada Jumat, 2 Juli 2021, di kantor redaksi media wahanaindonews.com, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Berawal dari tunggakan pembayaran sepeda motor jenis Scopy yang tertunggak kurang lebih sekitar 3 bulan, berdasarkan ini jelasnya sepeda motor saya di ambil melalui kekasih hatinya.

Dengan rasa takut dan gugup melihat debt collector yang menahan dan mengambil sepeda motor di kosannya. Maka kekasih Rudi menghubungi melalui telepon seluler dirinya agar langsung datang namun debt collecot tersebut tetap tidak menghiraukan. Sehingga tanpa tidak sadar dirinya seperti di hipnotis menanda tangani surat penarikan.

Saat ini Rudi sangat membutuhkan sepeda motor tersebut untuk bekerja namaun untuk menyelesaikan secara keselurahan kewajibannya saat ini tidak mampu, karena Rudi baru bekerja kembali setelah beberapa bulan menganggur. Apa lagi semasa pendemi Covid-19, setidaknya pihak laesing memahaminya hal tersebut ungkapnya di tempat yang sama.

Ket foto: Pihak Leasing MCF. foto (Ramadan)

Di tempat terpisah kordinator kolektor MCF yang enggan di sebut namanya di komplek Batu Permata, Batu Aji, mengatakan Rudi Hutagalung ini sebelumya sudah dicari kesana kemari naman sering berpindah tempat.

Senada dengan itu pihak leasing (MCF) memberikan nama-nama konsumen yang menunggak kepada debt collector yang telah di kasi mandat. Lantas mereka lah yang bekerja. Namun demikian Rudi hendaknya datang ke kantor untuk menyelesaikan kewajibannya.

Merasa tidak puas akibat kejadian ini lantas dirinya melaporkan ke Polsek Sagulung, namun tidak di terima.

Kementerian Keuangan sejak tahun 2021 telah menerbitkankan peraturan yang melarang leasing untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak pembayaran kredit kendaraan (Peraturan Menteri Keuangan No.130/PMK). Berdasarkan aturan artinya  pihak leasing dilarang menarik motor atau jaminan lainnya tanpa penilaian badan Pelelang Hukum. (Ramadan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed