oleh

Rodihal Huda: Tingkatan infrastruktur pariwisata dan Jumlah Wisatawan

-Natuna-18 views

Wahanaindonews.com, Natuna – Wakil Bupati Natuna Rodihal Huda, Mendukung penuh program SKK Migas Melalui Dana corporate social responsibility (CSR), Untuk kemajuan daerah melalui pengembangan infrastruktur pariwisata di kabupaten Natuna.

Menurutnya, dalam pengembangan infrastruktur di sektor pariwisata ini, tentunya pemerintah daerah Tidak biasa bekerja sendiri tenpa adanya dukungan dari pihak lainnya. Selain itu ia juga berharap kabupaten Natuna harus memiliki insitusi pariwasata dan ekonomi kreatif.

“kedepan kabupaten Natuna penting adanya insitusi dalam parawisata yang digabungkan dengan ekonomi kreatif, hari ini kalau kita tidak kreatif kita akan ketinggalan, jika tempat pariwisata tidak kreatif orang tidak akan datang dan bisa betah mengunjuginya, trend hari ini pengunjung wisata hanya singah sebentar saja, datang ramai-ramai habis berfoto hilang, makanya kita membutuhkan kreatif agar pengunjung bisa betah menikmati waktu liburnya,” paparnya

pada kegiatan Serah terima pembangunan gerbang dan toilet Geosite Batu Kasah Geopark Jum’at 04 / 06 di Pantai Batu Kasah Oleh SKK Migas.

Rodihal menambahkan, Peningkatan fasilitas pada destinasi wisata batu kasah ini ,merupakan salah satu syarat utama untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata yang bertujuan memberi kenyamanan bagi pengunjung dengan fasilitas yang telah ada.

“Agar destinasi wisata batu kasah ini tetap asri, bersih dan indah keterlibatan pemerintah baik tingkat kecamatan maupun kebijakan dan kearifan lokal ditingkat desa harus ikut andil, menjadikan potensi wisata ini sebagai objek perekonomian melalui pemberdayaan masyarakat desa,” terangnya

Wabup juga mengharapkan, Dengan adanya pengembangan di destinas wisata ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan

“Dengan ada penambahan fasilitas dalam pengembangan Geosite, kita harus mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, karena memang wisata tidak bisa lepas dari ketersedia fasilitas yang memadai,”harapnya

Selain itu Rodhial Huda juga meminta, pengelolan wisata di Batu Kasah, agar bisa menerapkan pengunaan keranjang-keranjang sampah ramah lingkungan yang tidak menciptakan sampah

“Kita bisa mengunakan kerajinan tangan masyarakat dalam pembuatan keranjang sampah, disamping masyarakat dapat duit keranjang sampah ini juga tidak menjadi sampah jika dibandingkan dengan kantong plastik, Pintanya

Sementara itu, Rikky Rahmat Firdaus Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut ia menjelaskan, bahwa Sektor Hulu Migas merupakan Kegiatan Negara yang mempunyai peran penting dalam penyediaan Minyak dan Gas yang merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari.

SKK Migas sebagai institusi negara yang bertugas melaksanakan Pengawasan dan Pengendalian kegiatan hulu migas di Indonesia berkomitmen penuh dan berupaya agar Kebutuhan Migas di Indonesia dapat terpenuhi.

Disamping itu, SKK Migas juga hadir untuk mendukung Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dalam melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi Migas dalam upaya mendapatkan cadangan migas dan memproduksi minyak dan gas di Indonesia untuk negara dengan skema usaha bagi hasil (production sharing contract).

Tujuan besar dari kegiatan industri di sektor hulu migas dari Pemerintah melalui SKK Migas adalah bagaimana mengawal operator perusahaan hulu migas / KKKS bekerja dan berusaha dengan SDM, teknologi dan capital yang tinggi dapat menemukan cadangan migas melalui kegiatan fase eksplorasi. Selanjutnya, apabila kandungan cadangan migas ditemukan dan dinyatakan ekonomis cadangan migas tersebut akan dilanjutkan dengan rencana pengembangan dan produksi dalam fase eksploitasi.

Sebagai dampak dari aktifitas sektor hulu migas diatas adalah multiplier effect ekonomi yang nyata bagi masyarakat maupun pemerintah, dipusat dan daerah. Pencapaian hasil lifting migas nasional adalah penopang penting APBN Nasional. Bagi daerah penghasil, Dana Hasil Migas adalah andalan sumber anggaran bagi pembangunan di daerah.

Sektor hulu migas juga memberikan dampak multiplier effect yang lain seperti Pajak dan Retribusi Pusat dan Daerah, Participating Interest, kesempatan lapangan usaha dan kesempatan kerja, Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dan efek lainnya.

“Program Pengembangan Masyarakat tentunya harus Selaras dengan Produksi Migas yang dihasilkan. Program PPM merupakan salah satu bagian pendukung dari Kegiatan Hulu Migas sebagai komitmen dan tanggung jawab sosial guna turut serta mendukung pencapaian program pembangunan daerah, sehingga tercipta hubungan harmonis dalam kegiatan bisnis dan kegiatan operasi di daerah. Namun, tugas dan tanggung jawab besar dan utama SKK Migas dan KKKS adalah untuk meningkatkan produksi dan bertambahnya cadangan migas guna ketersedian migas di Indonesia”, tutupnya Rikky. (Oki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed