oleh

Pemerintah Siapkan Dana Rp.200 M untuk Pelabuhan Samudera

-Natuna-106 views

Wahanaindonews.com, Natuna – Pemerintah Pusat telah menyiapkan dana sebesar Rp. 200 miliar untuk pembangunan Pelabuhan Samudera Teluk Buton, Natuna.

Pelabuhan ini dibangun untuk menopang sektor kemaritiman nasional. Begitu disampaikan Plh Bupati Natuna, Hendra Kusuma, Beberapa hari yang lalu.

Hendra berkata, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan dana sebesar Rp.200 miliar untuk pelabuhan berskala internasional itu. Dana tersebut bersumber dari dana pinjaman luar negeri.

“Beberapa waktu yang lalu Gubernur diundang oleh Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub terkait pelabuhan ini. Pemerintah pusat ingin melaksanakan rencana pembangaunan itu,” kata Hendra.

Keingan pemerintah pusat ini langsung ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemkab Natuna yang dimulai dengan langkah koordinasi bersama pihak-pihak terkait dan melaksanakan berbagai rapat dengan topik membahas pelabuhan Samudera.

Koordinasi ini penting dilaksanakan karena Pemprov Kepri dan Pemkab Natuna memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing. Pemkab Natuna dalam hal ini bertugas menyiapkan lahan pembangunan pelabuhan tersebut. Saat ini baru tersedia lahan sekitar 1,7 hektare di Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Utara.

“Sedangkan di Provinsi menyiapkan dana sebesar Rp.2,5 miliar untuk pelaksanaan kegiatan studi kelayakannya,” terang Hendra.

Dikatakannya, pembanguan pelabuhan itu sudah direncanakan sejak beberapa tahun silam untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada di Pelabuhan Selat Lampa seperti layanan kontainer dan kawasan logistik base Migas serta kekurangan lainnya.

Ia juga memastikan Pemprov Kepri dan Pemkab Natuna siap menjalankan pembangunan tersebut sesuai tugas dan tanggung jawab masing- masing.

“Kesiapan-kesiapan yang kita miliki ini akan terus didorong dan dipersentasikan ke pusat sehingga proses pembangunan fisik pelabuhan itu sesegera mungkin dapat dimulai,” tegasnya.

Kepala BP3D Kabupaten Natuna, Muestafa menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Natuna siap menyerahkan lahan seluas 1,7 hektare itu kepada pemerintah pusat sehingga proses pembangunan pelabuhan dapat segera dilaksanakan.

“Ya betul, kemarin pak Gubernur memberikan instruksi agar tanah itu segera diserahkan ke Kemenhub. Dan kami siap dengan itu dan akan segera kami serahkan,” kata Muestafa.

Ia menyebutkan, jumlah lahan yang ada sekarang belum cukup untuk memenuhi keperluan pembangunan pelabuhan tersebut karena keperluan lahannya diperkirakan bertambah sesuai keperluan.

Muestafa memperkirakan luas lahan yang akan diperlukan bila digabungkan dengan keperluan logistic base Migas sekitar 50 hektare.

“Cuma kita di pemerintah akan mencover lahan untuk pelabuhannya saja, sementara logistic base akan dicover oleh investasi yang ada. Mudah-mudah nanti kalau ada keperluan lahan tambahan kita segera bisa memenuhinya,” harap Muestafa.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna juga mengaku siap menyambut keinginan pemerintah pusat itu. Namun ia juga mengaku yakin lahan 1,7 hektar yang ada sekarang ini tidak bakal cukup untuk kelas pelahuhan samudera.

Menurutnya pelabuhan Samudera merupakan pelabuhan pelahuhan sekala terbesar di Indonesia yang mana pelabuhan kelas ini belum banyak adanya di tanah air.

“Ya kita siap menyerahkan lahan yang ada, cuma pasti nanti akan ada penambahan. Kalau kelasnya Samudera paling tidak memerlukan lahan 20 sampai 30 hektar. Apalagi kalau ditambah dengan logistic base Migas mungkin bisa sampai 50 hektare,” jelasnya.

Namun begitu ia juga mengaku pemerintah kabupaten Natuna siap menyiapkan lahan tambahan apabila diperlukan nanti pada tahap – tahap berikutnya.

“Tentu ini juga jadi tugas pemerintah daerah yang harus dilaksanakan. Jadi kita mesti siap memenuhi keperluan pembangunan itu di sisi lahan, kalau tidak pembangunan tidak akan bisa berjalan,” ujarnya. (Oki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed