Penikmat Subsidi Adalah Pengangkutan CPO, LPPHI: Ini PR Kapolri Baru

oleh -76 views

wahanaindonews.com, Riau – Dari hasil konfrmasi kepada Supir-Supir Tanki Pengangkutan CPO bahwa, minyak yang dipergunakan untuk operasional adalah diduga BBM Subsidi dengan harga Rp5.150 per Liter.

Sementara yang diharuskan untuk BBM pengangkutan tersebut, harus menggunakan Dekslite yang harganya Rp9.600 per Liter. Apa bila mobil angkut tersebut menggunakan BBM 400 Liter, bisa merugikan Negara sebesar Rp.1.780.000 per 400 Liter dalam 1 (satu) kendaraan.

“Apa bila dikalikan dengan jumlah pengangkutan CPO yang begitu banyak di wilayah Riau, kami tidak dapat menghitung kerugian Negara per harinya, diperkirakan triliunan rupiah. Artinya, pengusaha CPO lah yang menikmati BBM Subsidi ini, bukan Supir,” ungkap Koordinator DPP LPPHI, Harapan DS kepada Reporter media ini di Pekanbaru. Rabu, (17/2/2021).

Sambung Harapan, persoalan penyalahgunaan BBM Subsidi ini oleh sejumlah perusahaan pengangkut CPO di Wilayah Riau supaya menjadi perhatian khusus Polri. “Ada beberapa lokasi penimbunan BBM yang sudah terdeteksi, dan ini mustahil tidak terlihat oleh Polri. Kami dari LPPHI berharap agar masalah ini menjadi PR Kapolri baru, Jenderal.Pol.Listyo Sigit Prabowo,” terang Harapan.

Menurut informasi yang dibenarkan oleh Supir-Supir pengangkutan CPO tersebut bahwa, adanya penimbunan-penimbunan BBM di Foll-Foll atau pergudangan pengangkutan CPO yang diberikan perusahaan kepada Supir seharga Rp 5.150 per Liter.

Menrut cerita Supir, apa bila kapasitas Tanki BBM mereka tidak mencukupi, maka mereka harus membawa stok dari Gudang dengan mengisi Jiregen-Jiregen yang dibeli sendiri oleh Supir. Bahkan, apa bila minyak tersebut belum cukup sampai ke tempat pembongkaran, maka Supir akan membeli BBM tambahan dengan harga di atas Rp 5.150,-

Bahkan kadang mencapai harga Rp 6.000 per Liter yang menjadi tanggung jawab Supir untuk menyampaikan muatan tersebut sebagai tanggung jawab mereka. “Mau tidak mau kami harus melakukannya karena itu sudah menjadi tanggung jawab atau kewajiban kami sebagai pekerja menyambung hidup,” ungkap para Supir yang minta tidak dipublikasi identitasnya kepada team kolaborasi investigasi lapangan. Selasa, (16/2/2021).

Salah satu Pimpinan perusahaan pengangkutan CPO di wilayah Riau, Willy dan Aguan yang dikonfirmasi via telpon genggam oleh media ini, Rabu (17/2/2021), tidak mengangkat ponselnya. Namun mengirm pesan via WhatsApp bahwa sedang meetting. “Jangan ditelpon lagi, caht saja karena sedang metting,” kata Willy. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *