Modus Mutasi, Batavia Finance Diduga Gelapkan Hak Maradona

oleh -416 views

Wahana IndoNews.Com –Maradona Simanullang, Karyawan bagian Collection di PT BPFi Cabang Pekanbaru, terpaksa harus kehilangan pekerjaan. Selain kehilangan pekerjaan Maradona juga merasa telah dizolimi pihak Manajemen PT Batavia Prosperindo Finance (BPFi). Hal itu disampaikan Maradona langsung kepada www.wahanaindonews.com belum lama ini.

Maradona mengatakan, sejak dirinya diangkat jadi Karyawan Collection PT BPFi Pekanbaru 16 Agustus 2018 hingga Juli 2020 lalu kinerjanya tergolong sangat memuaskan. Namun di bulan Agustus 2020 hingga Oktiber 2020 lalu kenyamanannya bekerja mulai terusik, gara-gara Maradona menyinggung haknya berupa insentif atas prestasi kerja yang telah disetujui Manajemen Pusat PT BPFi untuk dibayarkan pihak Pimpinan Cabang Pekanbaru dan Pimpinan Wilayah Sumatera kepada dirinya.

Untuk mengelabui hak Maradona, Pihak PT BPFi Cabang Pekanbaru menurut Maradona dengan sengaja telah memutasi dirinya ke Bengkulu. Proses Mutasi tersebut kemudian didiskusikan Maradona hingga ke Managemen Kantor Pusat Jakarta dan berakhir dibatalkan.

Setelah proses mutasi ke Bengkulu tidak berhasil. Pihak PT BPFi Pekanbaru kembali menciptakan surat mutasi baru kepada Maradona, yakni ke Daerah Bagan Batu – Riau.

Menurut Maradona tujuan Pimpinan Cabang Pekanbaru itu, Agar dirinya menyerah dan mengundurkan diri dan tidak menyinggung-nyinggung tentang Insentif Kinerjanya. Dalam situasi seperti ini, Maradona pun merasa ada yang aneh dan menimbulkan tanda tanya besar tentang keberadaan uang insentifnya. Apakah uang insentifnya itu telah digelapkan atau memang sudah habis digunakan Pimpinan Cabang Kantor BPFi Pekanbaru dan Pimpinan Wilayah PT BPFi – Sumatera ?.

Adanya proses mutasi baru yang dikeluarkan PT BPFi Pekanbaru, Maradona pun tidak terima. Maradona merasa Jika memang PT BPFi tidak membutuhkan dirinya lagi bekerja di PT BPFi, Mengapa pihak PT BPFi tidak memecat dirinya, tentunya dengan mengeluarkan semua haknya di PT BPFi?.

SK Belum Dicabut, Status Maradona Terkatung-katung

Parahnya, ujar Maradona, ketika proses mutasi dan insentif yang belum bayar dipermasalahkan, Maradona masih rutin hadir dan mengisi absensi kehadirannya ke kantor PT BPFi Pekanbaru hingga akhir Oktober 2020 namanya di absensi masih ada. Namun sayang, per tanggal 01 November 2020, didaftar absensi PT BPFi Pekanbaru, Nama Maradona Simanullang telah dihapus atau dihilangkan dari daftar absensi PT BPFi Cabang Pekanbaru. Dan ketika Maradona mempertanyakan alasan PT BPFi Cabang Pekanbaru melakukan hal itu kepadanya. Maradona Simanullang belum mendapatkan informasi yang jelas.  Bahkan, hingga saat ini, status karyawan yang disandangnya langsung dari kantor pusat PT BPFi belum dicabut atau atau dubatalkan. atas kejadian ini status Maradona pun terkatung-katung.

Ketika hal ini dikonfirmasi www.wahanaindonews.com melalui surat konfirmasi elektronik, Rabu (27/01/2021) ke pihak PT BPFi, pesan atau surat konfirmasi terlihat sampai dan dibaca oleh Dekazamura selaku pimpinan Cabang PT BPFi Pekanbaru. Deka belum berkenan untuk menjawabnya, Rabu (03/02/2020).

Surat konfirmasi serupa juga dikirim kepada M Hasan selaku Pimpinan Wilayah Sumatera PT BPFi, hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan. ( pm )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *