oleh

Direktur PT Moya Sebut Stok Air Bersih di Batam Cukup untuk 7 Bulan ke Depan

wahanaindonews.com, Batam – Direktur PT Moya Indonesia di Batam Sutedi Raharjo menyebut, bahwa stok air bersih cukup untuk melayani warga Batam untuk tujuh bulan ke depan.

Hal ini dapat dimungkinkan apabila keadaan enam waduk penyedia air di Batam itu stabil keadaannya.

“Kami akan melakukan pelayanan terbaik untuk masyarakat Batam,” ujar Sutedi Raharjo dalam konperensi pers bersama narasumber dari BP Batam, BMKG dan PT Moya, Kamis, 7 Januari 2021, di Marketing Centre BP Batam.

Sementara, Dalam penjelasannya soal lonjakan tarif air yang trending saat ini, Tedi menjelaskan bahwa yang komplen hanya sedikit saja dari 280 ribu-an pelanggan air yang terdata.

Sutedi Raharjo saat konperensi pers bersama narasumber dari BP Batam, BMKG dan PT Moya.

“Benar, tapi kami terus memperbaiki pelayanan dan kami terus akan cek apakah ada kesalahan pelanggan atau kesalahan kami,” ujar Sutedi yang saat itu langsung ditimpali Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) BP Batam Ir.Binsar Tambunan.

Binsar saat itu menjadi narasumber dari BP Batam meminta pihak PT Moya agar meluruskan keadaan. Sehingga meminimalisasi kesalahan yang ada.

“Kami harap pihak PT Moya sebagai pengelola dalam menangani soal lonjakan tarif tersebut dapat dilakukan case by case, sehingga dapat terukur dan masyarakat yang dirugikan dapat dilayani dengan baik,” sebut Binsar.

“Dan jika terjadi lonjakan akibat kesalahan dan kealpaan pelanggan maka angka lonjakan tersebut dapat dilakukan pembayaran cicilan.Dan jika memang salah perhitungan maka kelebihan bayar akan direfund atau dikembalilan.Jadi dicek dulu,dan kemudian diklarifikasikan” ujar Binsar.

Pada bagian lain, Direktur Retrukturisasi BP Batam Arham S Torik menjelaskan, bahwa BP Batam saat ini sedang mempersiapkan planing yang nantinya mampu memberikan pelayanan air yang lebih baik lagi kedepannya.

“Kami sudah persiapkan sejumlah program kerja yang mana akan menjadi acuan yang lebih baik lagi untuk pengelolaan air bersih atau air minum di Batam khususnya,” ungkap Arham.

Sementara itu, Kepala BMKG Hang Nadim  Batam I Wayan Mustika menjelaskan, bahwa situasi hujan dua hari minggu lalu memang merupakan adanya pusaran angin yang membentuk belokan ke arah Kepri khususnya Batam dan Tanjung Pinang.

Memang ada reaksi dari pusaran angin yang tak diduga ke arah Kepri, sehingga hujan tak berhenti turun angin kencang serta petir di wilayah ini selama dua hari itu.

Dan dalam beberapa hari ini juga kita prediksi bisa saja terjadi. Jadi harus mewaspadai hal serupa. Namun peringatan dini sudah harus kami sampaikan, sehingga keadaan cuaca ini dapat diatasi,” kata Wayan.

Saat ini di Kepri masih berpeluang hujan. Karena angin masih dominan ke arah Kepri, ungkap Wayan.Ia  menghimbau agar dapat mengikuti pantauan cuaca melalui aplikator BMKG. “Jika ingin detail soal ramalan cuaca, kami himbau dan saran agar masyarakat dapat memantau cuaca via aplikasi kami,” jelas Wayan mewakili BMKG. (robertyahya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed