Setelah Rp 354 Juta Lebih Dana Desa Tanah Merah dipulihkan, Kejari Kampar Hentikan Penyelidikan

oleh -778 views
Conference Pers Kejaksaan Negeri Kampar, di Kantor Kejari Bangkinang, Selasa (27/10/2020)

Bangkinang, WahanaIndoNews.Com –
Kejaksaan Negeri Kampar gelar  Conference Pers sehubungan dengan penanganan perkara yang telah dilaksanakannya sejak tahun 2019 – 2020 diwilayah hukum kantor Kejaksaan Negeri Kampar, selasa sore (27/10/2020).

Dalam Conference Pers itu, hadir Kajari Kampar Suhendri SH.MH yang didampngi Kasi Intel Silfanus.R.S SH.MH dan Kasi Pidsus Amri Rahmanto, serta Kasi Datun Djunaidi.

Dalam pemaparannya, Kajari Kampar Suhendri pada kesempatan itu, menyampaikan tentang berbagai penanganan perkara yang ditangani. Ia mengatakan laporan yang diterima terkait Dana Desa sangat banyak.

Suhendri mencontohkan tentang penggunaan Dana Desa di Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu. Pihak Kejari Bangkinang telah berhasil memulihkan uang Negara sebesar Rp. 327.215.742, 00 dan saat ini sudah masuk ke kas Keuangan Desa Tanah Merah.

Suhendri menjelaskan, terkait dengan Indikasi Penyelewengan Keuangan Desa Tahun Anggaran 2018 dan 2019 di Desa Tanah merah, Kejaksaan Negeri Kampar sudah melakukan permintaan keterangan terhadap 24 orang. Juga telah melakukan Verifikasi dan pemeriksaan di lapangan oleh Tim Penyelidik dan yang juga dihadiri Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Setelah dilakukan Penyelidikan, ujar Suhendri,  ditemukan perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan Keuangan Desa Tanah Merah Tahun 2018 dan 2019. Yakni berupa membuat laporan pertanggung jawaban Keuangan Desa Tanah Merah dengan me Mark Up bukti- bukti pengeluaran yang tidak sebenarnya dibuat oleh para Oknum Perangkat Desa secara bersama – sama.

“Namun, Keuangan Negara Pemerintahan Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu sebesar Rp. 327.215.742,00 telah dipulihkan, sehingga hasil kegiatan tahap penyelidikan tidak ditingkatkan lagi”,  ujar Suhendri sebagaimana diberitakan surya24.com, Rabu (2810/2010) .

Suhendri mengatakan kejadian kasus tentang Dana Desa itu, tidak hanya di Desa Tanah Merah. Masih banyak Fesa lainnya, seperti di Desa Batu Gajah Kecamatan Tapung dan Desa Parit Baru Kecamatan Tambang.

Dan pengaduan tentang dugaan tipikor atas anggaran Desa Batu Gajah setelah diselidiki, tidak ditemukan perbuatan melawan hukum Tindak Pidana Korupsi, namun ditemukan adanya mal administrasi dalam pengelolaan Keuangan Desa oleh Aparatur Desa Batuh Gajah.

“Yaitu, sisa uang Posyandu Desa Batu Gajah sejumlah Rp. 2.400.000,00 yang belum di Silpakan ke Rekening Desa Batu Gajah yang harus diselesaikan melalui Undang – Undang Republik Indonesia No 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan,” ujarnya.

Dikatakan Suhendri, terkait dengan Desa Parit Baru tentang Pengaduan Dugaan  Penyelewengan Dana Desa Tahun 2017 dan 2018 LED BUMDes, pihak Kejaksaan telah meminta keterangan kepada 24 orang, dan ditemukan peristiwa Pidana perbuatan melawan hukum Tindak Pidana Korupsi yang telah diselesaikan melalui tindakan Administrasi Pemerintahan,

“Terhadap peristiwa Pidana, berupa Tindak Pidana Korupsi tersebut, belum dapat ditingkatkan ke tahap Penyidikan, dan perbuatan Maladministrasi dalam pengelolan Dana Desa Parit Baru, serta perbuatan dalam lingkup hukum ke Perdataan tetap dilanjutkan melalui mekanisme penyelesaian tindakan Administrasi Pemerintahan,” tutupnya.(s24c/jupe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *