Maraknya Galianzi Tanah Pasir Di Samping Mako Polda Kepri, Apakah Sesuai Perizinan,.??

oleh -44 views

Batam, Wahanaindonews.com – Seolah kebal hukum,”! dengan keberadaan aktivitas pengerugkan lahan bukit yang berada dibelakang mako polda kepri_persis diarah belakang RM Saung Sunda” kel batu besar, kec nongsa, yang diduga tanpa memiliki izin Cut And Fill dan izin Hamdal dari pihak instansi pemerintah kota batam.

Dari pantauan awak media dilokasi, dimana lahan dilokasi bukit tersebut, yang persisnya kearah belakang rm saung sunda” tampak satu unit alat berat berwarna hijau disana sedang melakukan kegiatan urug tanah, termasuk beberapa unit mobil lori dumtruck sedang lalu lalang mau mengangkut tanah yang akan dijadikan pasir tersebut.

“Ironisnya juga, saat dilokasi tampak salah satu unit mobil patroli (polda kepri,_red”) sedang menuju keluar dari lokasi pengerugkan lahan tambang pasir tersebut belum diketahui. (25/9).

Menurut informasi yang dihimpun oleh awak media disana, dimana sebelumnya bahwa kegiatan para aktivitas pelaku penambang pasir disana hingga hari ini seolah tidak pernah menghiraukan pemberitaan para awak media tersebut, baik juga para instansi penegak hukum yang ada dikota batam ini.

Dimana kondisi saat ini, juga terlihat masih banyak para peminat pasir dikota batam, yang mana untuk saat ini jenis pasir sangat dibutuhkan para pengembang (Deplover) untuk bangunan perumahan dikota batam, sehingga mereka para pelaku penambang pasir disana menjadi usaha yang sangat menggiurkan.

Disinyalir juga dari keterangan pihak pemilik pangkalan pencucian tanah pasir yang berada diwilayah panglong disana, kalau harga tanah satu lori dumtruck yang dibeli dari penambang tanah pasir tersebut, sekitar rp_220, 000,” sudah diantar tempat. ucap” mereka disana

Para masyarakat disekitar disana pun sudah merasa tampak kesal oleh para ulah kendaraan mobil lori dumtruck pengangkut tanah pasir yang selalu melintasi dilajur jalan raya arah batu besar tersebut, hingga kondisi jalan disana membuat para warga juga menjadi tidak nyaman.

Selaku pihak pengelola lahan tambang pasir disana inisial NG”, dan inisial SB” seolah bungkam (now coment), dari pihak mereka tidak dapat memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait izin legalitas kegiatan aktivitas pengerugkan tanah disana.

Menurut para warga disana, yang tak mau dipublikasi namanya tersebut, mengatakan kami hanya menjadi korban mereka saja didaerah ini, pak,” kalau musim kering kami disini selalu berdebu terus, hidung kami pun susah untuk bernafas gara-gara debunya berterbangan dari bekas tumpahan tanah mereka kejalan raya ini, apa lagi kalau tiba musim hujan dijalan raya ini juga selalu berlumpur dan licin,

Tak hanya itu, tambahnya warga disana,” kalau jalan raya ini kan lintasan para instansi pemerintah, tapi kenapa sama sekali jalan ini tak pernah dibersikan mereka, padahal dari hasil pendapatan mereka disana kemungkinan ratusan juta, kok jalan ini saja tak bisa di bersikan mereka biar aman hidup kami disini pak,” tuturnya,” rasa kesal warga disana kepada awak media ini, saat ditemui didaerah batu besar.

Hal ini juga sangat disayangkan kepada para pemangku jabatan dinegri ini, baik para stakeholder yang ada di kota batam ini, dimana kegiatan aktivitas para penambang pasir disana juga diduga adanya pembiaran oleh pihak aparat penegak hukum, dimana bahwa aktivitas tersebut, yang diduga kuat tak sesuai aturan hukum dilakukan oleh para pelaku penambang pasir yang ada batu besar disana.”

(Tim ; red’)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *