Grup Cipta Kecewakan Konsumen; “Bakal dilapor ke Polda Kepri, Iming-iming Marketing Bisa KPR Ternyata Janji Palsu”

oleh -59 views
Ket, Foto: Gerbang Pasar dan Mall BBC

Batam.WahanaIndoNews – Salah satu grup Developer terbesar di Batam Cipta Group,bakal dilaporkan ke Polisi menyusul adanya keteledoran pihak marketing.

Sudah sekitar dua tahun sejak tanda jadi dtan kemudian melunasi Down Payment (DP) hingga saat ini masih belum bisa KPR di bank.

Janji pihak marketing ketika menawarkan Ruko yang terletak di Kawasan Mall dan Plaza BBC Batam untuk membantu agar bisa KPR melalui salah satu Bank milik negara, ternyata janji tinggal janji.

Ruko yang simaksut

Setelah lunas DP sejumlah sekitar lk 240an Juta Rupiah (dari sekitar 900 juta harga per unit),yang disetor secara rutin perbulan 10 juta selama 2 tahun (24 bulan), konsumen bernama Oriza Satifa merasa diingkari janji.

“Marketing janji bisa membantu tenor 15 tahun KPR karena kemampuan cicilan kami segitu di bank pemerintah bukan BPR atau swasta. Tapi nyatanya tak jelas sampai sekarang.

Bang Jay

Demikian ucap Jay suami Oriza Satifa baru baru ini kepada WahanIndoNews.”Kami kecewa,kata Marketing Cipta dulu itu, mau membantu KPR di bank Pemerintah dengan tenor 15 tahun (jumlah angsuran cicilan selama 15 tahun),tapi belum juga hingga kini,” ucapnya geram.

Akhirnya kami minta dikembalikan saja itu DPnya. Nyatanya Perusahaan mau, tapi harus dipotong dengan angka yang tak masuk akal.Dan merugikan pihak kami, jelas Jay didampingi istrinya Oriza Satifa.

Ketika kami minta untuk dikembalikan saja uang DP kami sejumlah tersebut diatas, pihak perusahaan sepertinya mempersulit. “Pihak kami dipimpong sana sini”, sebut Oriza.

Kami mau berdamai saja, kalau perusahaan mau bekerja sama.Tanda-tanda mau kerjasama menyelesaikan masalah juga belum ada dari developer, sebut Oriza.

Sekelumit ceritanya, kata Bang Jay, bahwa selama mencicil DP dan belum di KPR-kan di Bank, sesuai kesepakatan, boleh menempati ruko.Dan sudah dipakai usaha selama 2 tahun.”Potong aja anggap uang sewa 2 tahun, kalau 20 juta sewa setahun,ya kali 2 tahun, berarti 240 juta kurang 40 juta.Kami ikhlas dipotong segitu,dan kembalikan 200 juta lagi uang kami.Atau dipindahkan ke rumah lain (ruko atau town house) yang harganya masih mampu kami jangkau jika KPR, ungkap Jay.

Pria asli Pulau Tujuh (Natuna) yang akrab dipanggil Bang Jay ini berencana meminta dan mencari keadilan dan bakal mempolisikan melaporkan kejadian yang menimpa mereka ini ke Polda Kepri.

Ketika ditanya media ini, apakah mau jika uang DP tersebut di over ke unit yang lebih murah dan terjangkau, Jay mengatakan tidak keberatan asal kami sanggup.Tapi yang kami mau DP dikembalikan saja.Perusahaan mestinya beri kami opsi terbaiklah,agar konsumen puas, jawab Jay.

Ketika ditelusuri media ini ke kantor Cipta di sekitar Batu Aji dan Windsor Nagoya serta di dekat sktr Kampus Putra Batam Batu Aji setempat tertera PT Jolin, media ini juga tak dapat informasi yang memuaskan.

Boss Besar-nya Cipta Group yang disebut-se ut bernama Aneng (Ameng) dan Ayong serta disebut sebutnya yang Acai, yang dikejar media ini selama seminggu ke tiga kantor tersebut juga tak ketemu untuk memastikan informasi ini hingga detik ini, juga tak bisa dikonfirmasi.

Yang dialami oleh Tim Investigasi media ini selama bolak-balik ke kantor Cipta Grouo hanya di Kantor Windsor sebelahnya Restoran Sederhana Nagoya,berjumpa dengan pria bernama Ayong.

Tapi Ayong yang dimintai keterangan oleh media ini dengan menyodorkan barang bukti berupa kwitansi cicilan DP dan diperiksanya memberi pendapat bahwa urusan ini bukan urusan grup Cipta di kantornya ini.

“Itu bukan Ayong saya, saya memang nama Ayong, mungkin yang dimaksud Ayong yang di Batu Aji sana.Kami memang grup Cipta, tapi dibawah grup Cipta ada sejumlah perusahaan pengembang lain lagi,” jawabnya yang didengar Efendi, satu rekan wartawan lain yang ikut Tim Investigasi.

Akhirnya medja mendengar jawaban pria yang di kantor bernama Ayong ini merasa kecewa, dan meneruskan penelusuran ke arah Batu Aji.

Hingga berita ini diturunkan, masih membuncah kelecewaan dirasakan media ini.Perusahaan pengembang sebesar Cipta seakan menyem unyikan sesuatu didepan media.

Salah satu sumber yang juga LSM serta tokoh media yang tak mau disebut namanya di Batam Kepri, menghimbau agar aparatur negara yang masih berwibawa seperti Polisi dan Kejaksaan mau membuka pengaduan warga seperti ini dan perlu turun tangan.Agar jelas nyata bagian dari melindungi dan mengayomi masyarakat, ungkapnya ke Tim Investigasi media ini.(robertyahya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *