wahanaindonews.com, Natuna – Harapan untuk memperkuat pasokan air bersih di tengah musim kemarau mulai mendapat angin segar. PDAM Tirta Nusa Natuna resmi mulai mengoperasikan sumber air dari Embung Sebayar secara permanen, Selasa, 1 September 2026.
Pengoperasian tersebut dilakukan saat sejumlah sumber air yang selama ini menopang pelayanan PDAM mengalami penurunan debit. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi PDAM, terlebih jumlah kebutuhan pelanggan terus bertambah.
Direktur PDAM Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin, mengatakan air dari Embung Sebayar tidak lagi hanya digunakan sebagai solusi sementara menghadapi musim kemarau.
“Mulai tanggal 1 September ini Embung Sebayar akan beroperasi selamanya. Tidak dibatasi lagi,” ujar Zaharuddin saat ditemui di lokasi Embung Sebayar, Selasa, 1 September 2026.
Embung Sebayar dipersiapkan dengan kapasitas sekitar 50 liter per detik. Namun pada tahap operasional saat ini, PDAM menggunakan sekitar 45 liter per detik dengan sistem pencampuran bersama air gravitasi.
Menurut Zaharuddin, penggunaan debit tersebut masih akan dievaluasi untuk memastikan sistem mampu memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.
“Kita gunakan 45 liter per detik. Nanti kita cek ke lapangan bagaimana hasilnya, baik di rumah pelanggan terdekat maupun pelanggan yang terjauh,” katanya.
Lebih dari 1.000 Calon Pelanggan Masih Menunggu
Tambahan sumber air ini menjadi penting karena tekanan terhadap pelayanan PDAM terus meningkat. Saat ini disebut masih terdapat lebih dari 1.000 calon pelanggan yang telah terdaftar namun belum mendapatkan pelayanan air bersih.
Untuk tahap awal, pasokan dari Embung Sebayar dapat dimanfaatkan pelanggan di wilayah Batu Hitam, Pamuka Atas, Penagi dan kawasan sekitarnya.
Sementara itu, pelanggan di kawasan Kota Ranai masih mengandalkan sistem yang bersumber dari Reservoir Ranai Darat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengoperasian Embung Sebayar belum serta-merta menyelesaikan persoalan distribusi air untuk seluruh wilayah pelayanan PDAM.
Salah satu kendalanya adalah jaringan pipa yang menghubungkan sistem Embung Sebayar dengan Reservoir Ranai Darat hingga kini belum tersambung.
PDAM saat ini masih mengandalkan dua reservoir utama dalam sistem pelayanan, yakni Reservoir Bukit Berangin dan Reservoir Ranai Darat.
Masih Uji Kelayakan dan Kualitas Air
Zaharuddin juga mengungkapkan PDAM masih melakukan evaluasi terhadap operasional Embung Sebayar.
Selain memastikan debit dan tekanan jaringan, kualitas air menjadi salah satu perhatian sebelum sistem tersebut berjalan secara optimal.
PDAM melakukan pemantauan langsung terhadap air yang diterima pelanggan, termasuk dengan melihat kondisi air pada keran pelanggan yang berada di lokasi berbeda.
Sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan melalui media maupun secara langsung. Namun, sosialisasi secara formal belum dilakukan karena PDAM masih berada dalam tahap uji coba dan evaluasi kelayakan pengoperasian.
Pelanggan juga diminta menyiapkan tempat penampungan air sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pasokan.
Hal ini berkaitan dengan sistem operasional Embung Sebayar yang menggunakan tenaga listrik sehingga potensi gangguan kelistrikan tetap perlu diantisipasi.
Sampel Air Kembali Diuji di Laboratorium
Kepala Bagian Ekonomi Setda Natuna, Agino Riko, mengatakan penggunaan Embung Sebayar sebenarnya telah berlangsung beberapa hari sebelum pengoperasian permanen.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjaga ketersediaan air bersih masyarakat selama musim kemarau.
“Sudah berjalan beberapa hari yang lalu, karena untuk membantu ketersediaan air di musim kemarau,” katanya.
Menurut Agino, hasil uji coba awal menunjukkan sistem berjalan normal. Namun pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kualitas air.
Sampel air kembali diambil oleh pihak PDAM dan akan dilakukan pengujian di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar evaluasi terhadap pengoperasian Embung Sebayar.
Status Aset Masih Berproses
Di tengah pemanfaatannya untuk pelayanan masyarakat, proses administrasi terkait penyerahan aset Embung Sebayar kepada Pemerintah Kabupaten Natuna masih berjalan.
Agino mengatakan koordinasi antara pemerintah daerah dan PDAM terus dilakukan agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Keberadaan Embung Sebayar diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap sumber air lama, terutama ketika musim panas menyebabkan debit sumber air mengalami penurunan.
Namun, tantangan pelayanan belum sepenuhnya berakhir.
Keterbatasan jaringan distribusi membuat manfaat Embung Sebayar untuk sementara belum dapat dirasakan seluruh pelanggan, khususnya masyarakat di wilayah Kota Ranai yang masih bergantung pada sumber air lama dan berpotensi tetap mendapatkan pelayanan secara bergilir.
Pemerintah berharap tambahan pasokan dari Embung Sebayar setidaknya mampu memberikan ruang bagi PDAM untuk memperbaiki kontinuitas pelayanan sekaligus membuka peluang memperluas pelayanan kepada calon pelanggan yang masih menunggu sambungan air bersih.
Dengan lebih dari 1.000 calon pelanggan masih berada dalam daftar tunggu, keberhasilan Embung Sebayar pada akhirnya tidak hanya diukur dari berapa liter air yang mampu diproduksi, tetapi juga sejauh mana tambahan pasokan tersebut benar-benar sampai ke rumah masyarakat. (Remon)
Editor: Patar






