Kapolda Kepri Soroti Tantangan Personel Polres Natuna, Tugas di Perbatasan Tak Kenal Jarak

Berita, Natuna42 views

wahanaindonews.com, Natuna – Bertugas di wilayah perbatasan dengan kondisi geografis kepulauan bukan perkara sederhana. Jarak yang jauh dari pusat pemerintahan provinsi hingga persoalan harus berjauhan dengan keluarga menjadi tantangan tersendiri bagi personel Polres Natuna.

Hal tersebut menjadi perhatian Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safarudin, S.I.K., M.H., saat melakukan kunjungan kerja ke Polres Natuna, Selasa, 29 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda tidak hanya melihat pelaksanaan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, tetapi juga berdialog langsung dengan personel untuk mengetahui kondisi serta berbagai kendala yang mereka hadapi selama bertugas di daerah perbatasan.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana pelayanan Polres Natuna kepada masyarakat. Kami juga bertatap muka dengan seluruh anggota untuk mengetahui apakah ada permasalahan, kesulitan atau hal-hal lain yang perlu disampaikan kepada saya selaku Kapolda,” ujar Asep.

Menurut Kapolda, letak geografis Natuna yang berada jauh dari ibu kota Provinsi Kepri menghadirkan tantangan tersendiri bagi anggota kepolisian.

Akses menuju Natuna melalui jalur udara membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sedangkan perjalanan laut membutuhkan waktu tempuh yang cukup panjang.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat personel dalam menjalankan tugas.

“Walaupun dinas di daerah perbatasan, jauh dari ibu kota provinsi, mereka tetap bekerja dengan semangat di bawah pimpinan Pak Kapolres,” katanya.

Tak Semua Anggota Bisa Dekat dengan Keluarga

Selain faktor geografis, Kapolda juga menyinggung persoalan personal yang harus dihadapi sebagian anggota. Kondisi wilayah kepulauan membuat tidak semua personel dapat selalu berkumpul dengan keluarga.

“Ada yang harus berpisah dengan keluarganya, dengan anak dan istrinya, karena ada yang berdomisili di pulau-pulau lain. Sementara tantangan tugas mereka harus melaksanakan tugas di sini,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, Asep memberikan apresiasi terhadap dedikasi personel Polres Natuna yang tetap menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menegaskan, menjaga situasi keamanan di daerah perbatasan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian.

Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat hingga insan media dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Kami apresiasi rekan-rekan saya. Mereka tetap semangat di bawah kepemimpinan Pak Aris, dengan dukungan seluruh masyarakat Natuna serta kolaborasi dengan seluruh stakeholder, baik TNI, pemerintah daerah maupun teman-teman media,” kata Asep.

Bhayangkari Peduli Sasar Panti Asuhan dan SLB

Kunjungan kerja Kapolda Kepri ke Natuna juga diwarnai kegiatan sosial melalui program Bhayangkari Peduli.

Melalui Yayasan Kemala Bhayangkari, bantuan sosial disalurkan kepada sejumlah kelompok masyarakat yang membutuhkan, di antaranya panti asuhan, Sekolah Luar Biasa (SLB) serta kelompok masyarakat lainnya.

“Bhayangkari melakukan kegiatan Bhayangkari Peduli. Ada bantuan sosial kepada panti asuhan, kemudian SLB, serta kelompok-kelompok masyarakat yang memang membutuhkan,” ujarnya.

Kunjungan Kapolda Kepri tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi internal jajaran kepolisian serta membangun koordinasi dengan berbagai unsur di daerah.

Bagi Natuna sebagai kawasan perbatasan, keberadaan personel kepolisian yang mampu menjalankan tugas di tengah tantangan geografis menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sinergi lintas lembaga dan dukungan masyarakat pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas tersebut. (Remon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *