Batam Catat Lonjakan Investasi 72,83 Persen, Lampaui Target Nasional

Batam, Berita, Ekonomi10 views

wahanaindonews.com, Batam – Kota Batam semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tujuan investasi unggulan di Indonesia. Sepanjang 2025, realisasi investasi di Batam mencapai Rp44,01 triliun atau melonjak 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp25,46 triliun.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian tersebut didorong oleh reformasi regulasi, percepatan pelayanan perizinan, penguatan infrastruktur, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam.

Hal itu disampaikan Amsakar saat menjadi narasumber dalam program PROFIT di CNBC Indonesia, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurutnya, selama sekitar satu tahun lima bulan memimpin Batam bersama Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, berbagai pembenahan terus dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif.

“Ekonomi Batam berjalan dengan baik dan investasi terus berkembang. Berbagai regulasi yang diterbitkan pemerintah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing kawasan,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan, arahan Presiden RI agar pelayanan kepada dunia usaha disederhanakan menjadi dasar reformasi sistem perizinan di Batam. Hasilnya, proses persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sebelumnya membutuhkan waktu enam bulan hingga dua tahun kini dapat diselesaikan rata-rata dalam 38 hari.

Selain itu, proses Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) juga dipercepat menjadi sekitar dua bulan.

Percepatan pelayanan tersebut berdampak signifikan terhadap realisasi investasi. Nilai investasi Batam pada 2025 tidak hanya meningkat tajam, tetapi juga melampaui target sebesar Rp36,9 triliun dengan tingkat capaian mencapai 118,87 persen.

“Kami diminta Presiden untuk menyederhanakan pelayanan kepada dunia usaha. Itu yang terus kami lakukan agar investor memperoleh kepastian dan kemudahan berusaha di Batam,” katanya.

Selain mempercepat perizinan, BP Batam juga menerapkan sistem pemantauan layanan berbasis digital yang memungkinkan seluruh proses perizinan dipantau secara real time. Sistem tersebut memudahkan pimpinan mengevaluasi setiap permohonan agar tidak terjadi keterlambatan pelayanan.

Untuk memberikan kepastian kepada investor, pemerintah juga menghadirkan program Duta Investasi yang mendampingi investor sejak tahap awal hingga seluruh proses investasi terealisasi.

“Investor tidak kami biarkan berjalan sendiri. Mereka didampingi sejak awal hingga investasi terealisasi sehingga seluruh proses menjadi lebih mudah dan pasti,” ujarnya.

Di sektor logistik, aktivitas pelabuhan Batam juga terus meningkat dengan bertambahnya kapal direct call yang melakukan bongkar muat langsung di Batam. Kondisi tersebut turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

Jumlah wisatawan nusantara meningkat dari sekitar 1,7 juta menjadi hampir 2,1 juta orang, sedangkan wisatawan mancanegara naik dari sekitar 1,2 juta menjadi sekitar 1,5 hingga 1,6 juta orang.

Menurut Amsakar, pertumbuhan sektor logistik, pelabuhan, dan pariwisata memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor usaha, seperti perhotelan, transportasi, kuliner hingga pelaku UMKM.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan Batam dengan Singapura dan Johor bukanlah hubungan persaingan, melainkan sebagai growth partner atau mitra pertumbuhan yang saling melengkapi.

“Untuk maju tidak harus sendiri. Kita bisa tumbuh bersama. Batam hadir sebagai mitra yang saling melengkapi Singapura dan Johor, bukan sebagai pesaing ataupun sekadar menerima limpahan investasi,” tegasnya.

Amsakar menambahkan, sektor data center kini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Batam. Hingga pertengahan 2026, investasi di sektor tersebut telah mencapai sekitar Rp120 triliun dengan 20 proyek yang sedang dikembangkan.

Keunggulan Batam juga didukung keberadaan sejumlah landing station kabel bawah laut internasional di kawasan Nongsa, seperti Indonesia Cable Express, Nongsa China Cable System, dan Singapore Cable System, yang menjadi daya tarik bagi industri digital dan kecerdasan artifisial (AI).

“Kami memiliki lahan, dukungan infrastruktur digital, ketersediaan air bersih, serta pasokan listrik yang terus dipersiapkan bersama PLN. Karena itu, investor memilih Batam berdasarkan daya saing yang kami miliki,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Amsakar turut mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Presiden RI yang berlangsung sekitar satu jam 45 menit. Presiden meminta Batam terus menjaga daya saing melalui penyederhanaan perizinan, percepatan pelayanan, serta pengembangan pelabuhan berstandar internasional agar mampu memanfaatkan potensi strategis Selat Malaka.

“Perhatian Presiden menjadi energi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam menjadi lebih tinggi. Ukuran keberhasilan kami adalah menghadirkan kinerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dunia usaha,” tutup Amsakar. (Ros)

Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *