Bupati Karimun Usulkan Perlakuan Khusus bagi Pekerja Lintas Batas di PRA SOSEK MALINDO 2026

Karimun –  Bupati Karimun menghadiri kegiatan Pertemuan Lintas Sektoral dalam rangka pembahasan upaya Special Border Treatment bagi pekerja passing di wilayah perbatasan pada agenda PRA SOSEK MALINDO 2026 yang digelar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu, 6 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi antar daerah perbatasan bersama instansi terkait guna membahas berbagai persoalan pekerja lintas batas, khususnya masyarakat yang selama ini menjalankan aktivitas ekonomi dan pekerjaan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Bupati Karimun menghadiri kegiatan Pertemuan Lintas Sektoral dalam rangka pembahasan upaya Special Border Treatment bagi pekerja passing di wilayah perbatasan pada agenda PRA SOSEK MALINDO 2026 yang digelar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu, 6 Mei 2026. Foto (Ist)

Dalam pertemuan itu, Bupati Karimun menegaskan bahwa daerah perbatasan memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri, sehingga diperlukan perlakuan khusus atau special treatment bagi masyarakat pekerja passing.

Menurutnya, kebijakan tersebut penting agar para pekerja lintas batas tetap memperoleh kepastian hukum, perlindungan, serta kemudahan administrasi dalam menjalankan aktivitas mereka.

Bupati Karimun menghadiri kegiatan Pertemuan Lintas Sektoral dalam rangka pembahasan upaya Special Border Treatment bagi pekerja passing di wilayah perbatasan pada agenda PRA SOSEK MALINDO 2026 yang digelar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu, 6 Mei 2026. Foto (Ist)

“Wilayah perbatasan memiliki dinamika yang berbeda dibanding daerah lainnya. Karena itu, masyarakat pekerja passing perlu mendapatkan perhatian khusus agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Karimun juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga instansi teknis terkait dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat perbatasan tanpa mengabaikan aspek

Foto bersama. Foto (Ist)

keamanan dan kedaulatan negara.

Ia berharap, melalui forum PRA SOSEK MALINDO 2026 tersebut, dapat lahir rekomendasi serta langkah konkret yang mampu mendukung kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

Tak hanya itu, pertemuan lintas sektoral ini juga diharapkan semakin memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah perbatasan yang selama ini memiliki keterikatan aktivitas masyarakat cukup tinggi. (Jan)

Editor: Juliadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed