Komisaris PLN Batam: Kolaborasi Dunia Usaha Kunci Stabilitas Energi di Batam

Batam, Berita66 views

wahanaindonews.com, Batam – Komisaris PT PLN Batam, Usep, menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha dan penyedia tenaga listrik dalam menjaga stabilitas pasokan energi di Kota Batam.

Ia menyebut bahwa listrik bukan sekadar komoditas bisnis, tetapi fondasi utama bagi pembangunan jangka panjang dan daya saing Batam sebagai kawasan industri strategis.

Hal tersebut disampaikan Usep menyusul peningkatan jumlah pemilik wilayah usaha dan pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum (IUPTLU) yang menandatangani kerjasama jual beli listrik dengan PLN Batam.

“Listrik itu bukan sekadar angka di meteran. Ia fondasi dari semua aktivitas ekonomi. Ketika dunia usaha ikut berperan aktif dalam mendukung sistem kelistrikan, maka mereka ikut membangun pondasi pembangunan kota ini,” ujar Usep dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 19 Juni 2025.

Ia menilai langkah tersebut sebagai cerminan dari tumbuhnya kesadaran kolektif di kalangan pelaku usaha bahwa keberlanjutan energi adalah tanggung jawab bersama.

“Kami sangat mengapresiasi para pelaku usaha yang bersedia bekerjasama secara resmi. Ini bukan hanya tentang tarif, tapi tentang kejelasan struktur energi kita. Tentang siapa menanggung apa, dan bagaimana sistem ini bisa terus berjalan dalam jangka panjang,” tegasnya.

Usep juga mengingatkan bahwa operasional PLN Batam tidak mendapat subsidi atau kompensasi dari pemerintah pusat, berbeda dengan skema kelistrikan di sebagian besar wilayah Indonesia. Oleh karena itu, lanjutnya, PLN Batam sangat bergantung pada efisiensi internal dan dukungan para pelanggan.

“Karena tidak disubsidi, tidak ada ruang untuk ‘tarik-menarik harga’ tanpa dasar. Justru kita perlu membangun ekosistem energi yang sehat, fair, dan berkelanjutan. Dan dunia usaha adalah bagian utama dari ekosistem itu,” katanya.

Ia juga menyoroti status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas yang telah memberikan berbagai insentif fiskal, termasuk bebas bea masuk dan kemudahan impor barang modal.

Dalam konteks tersebut, Usep menilai wajar jika pelaku usaha turut serta menjaga kesinambungan pasokan listrik sebagai bentuk kontribusi sosial dan ekonomi.

“Batam itu sudah diuntungkan dari sisi fiskal. Kalau energi juga ingin selalu murah tanpa kontribusi yang seimbang, justru itu bisa mengganggu kestabilan. Kita bukan bicara soal hari ini saja, tapi ketahanan sistem ke depan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Komisaris PLN Batam mengajak seluruh pelaku usaha baik yang telah maupun belum menjalin kerja sama resmi untuk menjadikan energi sebagai tanggung jawab bersama menuju masa depan yang lebih tangguh.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan bisa dicapai dengan sistem energi yang rapuh. Batam bisa jadi contoh bagaimana swasta dan negara bergandengan membangun kekuatan energi nasional,” pungkasnya. (Ham)

Editor: Sar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *