wahanaindonews.com, Karimun – Wakil Bupati (Wabup) Karimun, Rocky Marciano Bawole, memimpin aksi bersih-bersih di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Kegiatan ini dilakukan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai respons terhadap tumpukan sampah yang semakin mengkhawatirkan akibat mogok kerja petugas kebersihan sejak pekan lalu.
Penumpukan sampah di berbagai TPS tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit. Untuk itu, Wabup Rocky, yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Karimun, mengambil inisiatif dalam penanganan masalah ini.
“Kita mulai terlebih dahulu membersihkan di kota-kota dan tempat umum seperti pasar,” ujar Rocky.
Pada hari pertama aksi, 10 truk dan 4 unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan tumpukan sampah. Upaya ini terus ditingkatkan, hingga akhirnya mencapai 36 truk yang tersebar di sembilan titik TPS di Kabupaten Karimun. Semua sampah yang dikumpulkan langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sememal.
“Hari ini ada di sembilan titik dengan total 36 truk. Ini semua swadaya dari para kader PMI sendiri,” terang Rocky.
Selain membersihkan sampah, pemerintah daerah juga berupaya menyelesaikan permasalahan honor petugas kebersihan yang tertunda, yang menjadi penyebab utama aksi mogok kerja.
“Kita fokus pada dua hal dulu, pertama menangani sampah agar tidak menumpuk, dan kedua menyelesaikan masalah honor. Jika kita bisa carikan solusi untuk gaji mereka di bulan Januari-Februari, maka mereka tidak akan mogok kerja,” jelas Rocky.
Ia menegaskan bahwa aksi bersih-bersih ini akan terus dilakukan hingga ada solusi mengenai mekanisme pembayaran honor petugas kebersihan yang lebih jelas, termasuk kemungkinan pengaturan baru dalam sistem outsourcing.
Pemerintah Kabupaten Karimun berharap langkah ini dapat mengatasi permasalahan sampah sekaligus memberikan kejelasan bagi petugas kebersihan agar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik. (Jan)
Editor: Sar






