wahanaindonews.com, Batam – Masalah Sistem Penyediaan Air Bersih (SPAM) di Kota Batam menjadi polemik di tengah masyarakat. Sejak berakhirnya masa kontrak yang sebelumnya dikelola oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) sejak 1992 hingga November 2020. Yang kini SPAM Batam dikelola oleh PT Moya Indonesia.
Dari sulitnya mendapatkan air bersih bagi yang sudah memiliki meteran hingga yang sudah mendaftar sambung baru tetapi tak kunjung mendapatkan meteran.
Hal ini disampaikan oleh salah satu warga Tanjung Uma, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau. Tania begitu panggilan akrab keseharian untuk dirinya. Dia mengatakan kepada media ini pada Minggu, 16 Oktober 2022,bahwa sudah hampir satu tahun mengajukan permohonan sambung baru, namun dari Desember, 2021– Oktober, 2022 meteran tak kunjung dia dapatkan.
Dia berharap agar meteran segera dipasang dan mendapatkan air bersih sebagaimana mestinya.
“Saya berharap meteran saya segera dipasang, karena saya mengajukan itu semenjak bulan Desember tahun lalu,” jelas Tania.
Saat dikonfirmasi oleh media ini dengan mendatangi kantor PT Moya Indonesia yang terletak di Ruko Komplek Batam Square blok D nomor 2, Teluk Tering, Batam Centre, Kota Batam, Kepulauan Riau Ginda Alamsyah selaku humas sedang tidak berada ditempat.
Hingga berita ini diterbitkan Ginda tidak merespon panggilan WhatsApp.
(Ramadan)






