oleh

Disdikbud Siak Luncurkan Program Pendidikan Keaksaraan

wahanaindonews.com, Siak – Pendidikan keaksaraan adalah salah satu bentuk layanan Pendidikan non formal bagi warga masyarakat buta aksara untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung pembelajaran Pendidikan Keaksaraan bagi penduduk buta aksara usia 15-59 tahun.

Asisten Administrasi Umum Siak Jamaluddin mengatakan Program Pendidikan Keaksaraan merupakan Visi Misi Bupati Siak. Tujuannya untuk meningkatkan angka lulus sekolah masyarakat minimal SMA di Kabupaten siak.

“Kita memberikan pelayanan kepada masyarakat, kita yang menyisir ke kampung kampung untuk menemui masyarakat yang masih belum menyetarakan pendidikan,” katanya, Jumat, 17 September 2021.

Lanjutnya, diharapkan program ini mampu mengasilkan bentuk sikap, pengembangan pengetahuan,dapat meningkatkan keterampilan membaca,menulis berhitung serta berkomunikasi dalam bahasa indonesia yang baik.

“Kita harapkan dari program ini warga yang ikut mampu membaca,menulis berhitung serta berkomunikasi dalam bahasa indonesia yang baik,” ucapnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Siak meluncurkan program Pendidikan Keaksaraan. Program ini merupakan komitmen Pemkab Siak dalam mengentaskan buta aksara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Siak Lukman menyebutkan program Pendidikan Keaksaraan merupakan komitmen Pemkab Siak dalam mengentaskan buta aksara.

Hampir mencapai 1000 orang angka yang belum mengenyam berpendidikan di kabupaten Siak. Pemerintah berkomitmen ingin menuntaskan pendidikan kejar paket A, B dan C dikampung kampung sesuai dengan visi misi dari Bupati Siak.

Ia menjelaskan pendidikan keaksaraan salah satu bentuk layanan pendidikan non formal bagi warga masyarakat buta aksara untuk kembali belajar membaca, menulis, dan berhitung pembelajaran Pendidikan Keaksaraan bagi penduduk buta aksara usia 15-59 tahun.

Jumlah keabsarahan ini berjumlah dua kelompok dengan jumlah peserta belajarnya sebanyak 250 orang dengan 7 orang tutorial tersebar di kecamatan Mempura kecamatan Sungai Apit kecamatan Sabak Auh, Lubuk Dalam dan kecamatan Kandis.

“Ada beberapa kecamatan yang belum mengikuti penyetaraan pendidikan dikarenakan masih belum fix datanya,” ujarnya.

Pelaksanaan pembelajaran ini dengan tenggang waktu 3 bulan dan pendidikan ini tidak di pungut biaya alias digratis.

SULIYAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed