oleh

Lama Tak Difungsikan, Wabup Minta Pasar Seni Siak Ditata Ulang

wahanaindonews.com, Siak – Pasar Seni yang berada kurang lebih 1 kilometer dari Istana Istana Siak kondisinya sudah memprihatinkan karena lama tak berfungsi. Untuk itu Wakil Bupati Siak Husni Merza meminta penataan ulang kawasan tersebut kepada dinas terkait.

Semula pasar seni itu dibangun sebagai pusat penjualan oleh-oleh atau buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke kota Siak. Namun seiring waktu berjalan, aktivitas jual beli terbilang rendah akibatnya satu-persatu para pemilik kios lebih memilih berdagang di luar pasar.

“Kemarin saya bersama pak Sekda meninjau Pasar Seni. Saat ini kondisinya rusak, tidak mungkin kita arahkan pelaku usaha untuk berdagang di sini. Kita rehab dulu dan dilakukan penataan ulang,” ungkapnya, Kamis, 16 September 2021.

Menurutnya, Pasar Seni merupakan aset Pemkab yang harus difungsikan. Karena dibangun menggunakan anggaran yang cukup besar.

Ia meminta kepada Dinas pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM mengevaluasi agar Pasar Seni ini kembali difungsikan.

“Hasil tinjauan dan rapat yang sudah kami lakukan akan kita laporkan dengan pak Bupati, terkait uji coba buka tempat wisata dan rehab pasar. Nantinya ini akan kita coba usulkan anggarannya di 2022 kalau tak bisa di 2023,” ucapnya.

Ia melihat semenjak wabah pandemi Covid-19 melanda, sangat berdampak di semua sektor termasuk pelaku UMKM dan jasa usaha lain. Banyak di luar sana pelaku usaha ekonomi kreatif, UMKM dan usaha kuliner yang perlu mendapat perhatian kita, salah satu solusinya mengaktifkan Pasar Seni ini, sehingga mereka bisa memamerkan hasil karyanya di situ.

“Harapan kita ekonomi mereka di tengah pandemi ini kembali pulih,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Siak Arfan Usman menyampaikan memajukan pariwisata dibutuhkan sinergi lintas OPD. Terkait penataan Pasar Seni, ia minta adanya rekayasa lalu lintas yang mengarahkan wisatawan untuk melewati jalur di depan pasar.

“Jadi nanti para pangunjung bisa kita arahkan, dari jalan mana dia masuk ke lokasi wisata, dan dimana wisatawan parkir, sehingga para pengunjung bisa melihat bahwa ada pasar khusus jual pernak-pernik dan oleh-oleh di Siak. Saya minta Dishub dapat merekayasa lalu lintasnya,” pintanya.

Berhubung akan dibukanya Istana Siak, dinas terkait juga menata ulang aktifitas seputar kawasan istana, mulai dari lahan parkir, lokasi penjualan suvenir, para pedagang, dan kendaraan wisata atau odong-odong yang dianggap kurang wajar segera ditertibkan.

“Saya minta lokasi di seputar kawasan Istana dan pendukungnya ditata ulang juga, kita tidak melarang orang berdagang namun mereka kita arahkan dimana posisi berjualan, agar terlihat tertib dan indah dan rapi lah,” ucapnya.

SULIYANI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed