oleh

Cafe Tanpa Nama, Suara Musik Sangat Meresahkan Warga

RDPU komisi I DPRD kota Batam, Cafe tanpa nama, suara musik meresahkan warga perumahan.

Wahanaindonews.com – Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi I DPRD kota Batam terkait pengusaha cafe tanpa nama di bilangan Simpang Tobing, di jalan lintas Tamiang, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, yang meresahkan warga sekitar.

RDPU di pimpinan Utusan Sarumaha didampingi Siti Nurlailah dan Tan Atie, bertempat di ruang sidang Komisi I DPRD kota Batam, pada Jum’at (10/9/21) sore.

Ketua rapat komisi I DPRD kota Batam, setelah mendengar dan menganalisa, semua pendapat yang disampaikan pimpinan sidang kepada warga melalui perangkat RT/RW dan kelurahan apa yang menjadi keluhan warga perumahan di sekitar cafe dapat di tertibkan.

Saat kondisi Covid-19, semasa PPKM, Batam turun ke level 3, yang sebelumnya di level 4. Ekonomi masyarakat sangat menurun. Berharap kedepannya kita terus bergerak dan berusaha untuk dapat memberikan kesejahteraan bagi keluarga.

Namun usaha yang kita lakukan tidak melanggar
ketentraman dan ketertiban bagi warga sekitar kita. Dan tidak menggangu hak orang untuk beristirahat, jelas Utusan, selaku pimpinan rapat.

Selanjutnya dengan singkat, tegasnya, di minta kepada Satpol PP agar dapat menjalankan tugas nya, sebagai penegak Perda.

Kasi Operasional Satpol PP Kota Batam Anto mengatakan, adapun RDP Komisi I DPRD kota Batam ini adalah hal yang terkait dengan cafe yang suara musiknya sangat meresahkan warga sekitarnya.

Senada dengan hal tersebut diatas sebenarnya cafe ini sudah lama kita dengar. Tapi kepunyaan Bondar dan Tobing jelasnya.

Sedangkan RDP saaat ini membahas cafe di atas bukit suaranya sangat mengggu warga perumahan yang ada di sekitarnya. Tentunya pembahasan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) komisi I DPRD kota Batam mis komunikasi.

Sebagai penegak Perda tentunya ini akan kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu, apa yang menjadi keluhan warga perumahan terhadap cafe yang musiknya sangat mengganggu ketenangan warga. Tentunya terkait perijinan maupun buka tutup jam operasional cafe. Tandanya.

Kemudian setelah proses penyelidikan di lakukan serta mendapatkan hasilnya, pada hari Senin pemiliknya akan kita panggil kekantor. Apapun hasilnya nanti setelah hasil pemilik cafe memberikan ketenangan, tentu hasil tersebut kita laporkan ke komisi I DPRD kota Batam, tutupnya.

Pemilik cafe, Bondar yang akrab disapa warga, saat di minta penjelasan oleh komisi I, bahwasanya cafe yang dia miliki sangat mendukung apa yang menjadi keluhan warga perumahan sekitar cafe.

Adapun jam operasional cafe kami buka di atas pukul 23.00. Wib. Dan suara musiknya tidak keluar dari cafe kami, singkatnya.

Dan hal yang penting selaku pengelola cafe bila kami ada kelebihan rejeki, kami tetap berbagi kepada yayasan sekitar kami, dan warga sekitar. (Ramadan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed