oleh

Lelang SPAM Harus Profesional, Yudi Kurnain: Jangan Sampai Masyarakat Kecewa

wahanaindonews.com, Batam – DPRD Kepri minta penyelenggaraan lelang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam harus berjalan terbuka dan fair.

Anggota Komisi III DPRD Kepri, Yudi Kurnain mengatakan, masyarakat menuntut lelang SPAM dijalankan secara profesional. Sehingga Batam memperoleh operator yang handal dan menguntungkan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat kecewa dan mengeluh. Akan menjadi sebuan kebanggaan jika masyarakat puas dengan pelayanan air bersih tentunya,” pungkasnya yang dilansir dari alurnews.com, Senin, 6 September 2021.

Baru-baru ini BP Batam membatalkan proses prakualifikasi lelang kerjasama operasional dan pemeliharaaan SPAM Batam, setelah menerima sanggah dari dua peserta yang sebelumnya tidak diloloskan.

Namun, keputusan itu menyisakan banyak pertanyaan, karena BP Batam tidak mengumumkan proses apa yang akan dilaksanakan selanjutnya.

Yudi mengatakan, DPRD Kepri akan memberikan atensi serius atas proses lelang SPAM Batam tersebut.

“Air bersih menjadi fokus kami sebagai wakil rakyat. Karena ini menyangkut kepentingan publik. Sebagai anggota DPRD, kami memang menuntut pelayanan air bersih sebaik mungkin,” ujar anggota komisi III DPRD Kepri, Yudi Kurnain.

Menurut Yudi, kualitas pelayanan air bersih di Batam harus terstandardisasi dengan baik, mengingat kota ini adalah kota internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, memang dibutuhkan operator pengelola yang sudah berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang menunjang.

Sejumlah ketidakpuasan terhadap pelayanan air bersih yang disuarakan belakangan ini telah menjadi tolak ukur DPRD Kepri dalam menilai kinerja institusi, termasuk SPAM Batam. Air masih mengalir hanya beberapa jam saja di sejumlah tempat. Persoalan ini membutuhkan jalan keluar solutif.

“Lelang ini merupakan pintu masuk menuju pelayanan air bersih berikutnya. Jadi jangan sampai buat keputusan yang keliru. Ini menjadi catatan penting, karena merupakan kesempatan memilih operator terbaik, yang bisa penuhi standar pelayanan dengan seksama,” ungkapnya.

Ia juga menyarankan agar BP Batam meminta pendapat publik, lewat DPRD Kepri maupun DPRD Batam agar mendapatkan saran yang paripurna.

Yudi meminta agar lelang nanti dijalankan secara profesional. Dengan harapan besar bahwa kedepannya diperoleh operator yang handal dan menguntungkan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat kecewa dan mengeluh. Akan menjadi sebuan kebanggaan jika masyarakat puas dengan pelayanan air bersih tentunya,” pungkasnya.

Editor: SR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed