oleh

Kumpulkan Stakeholder Cari Solusi Pengosongan PKL Dalam Penataan di Jalan Trans Barelang

-Batam-83 views

wahanaindonews.com, Batam – Rapat dengar pendapat (RDP) komisi I DPRD kota Batam terkait dengan surat pemberitahuan pengosongan lahan yang terkena row jalan Trans Barelang, bagi pedagang kaki lima dan rumah warga.

RDP komisi I yang di pimpin oleh Budi Mardianto, didampingi  Utusan Sarumaha, pada Senin 31 Mei 2021 pagi. Bertempat di lantai dua ruang rapat komisi I kantor DPRD kota Batam.

Ia mengatakan bahwasanya RDP kali ini yang kita lakukan sudah kali yang ke dua, pertama pada 15 Maret, 2021 dan RDP yang kedua kita laksanakan pada 31 Mei, 2021 sekira pukul 10.40. Wib.

Dari RDP yang pertama  Sampai dengan saat ini belum ada tindak lanjut bahkan warga sudah menerima surat peringatan yang ke tiga untuk mengosongkan tempat tersebut, ungkap Budi saat memimpin sidang.

Dari surat peringatan ke tiga yang diterima bahwa warga untuk segera mengosongkan tempat tersebut. Berdasarkan hal senada warga menyampaikan ke  komisi I DPRD kota Batam dengan melampirkan surat peringatan tersebut, jelas Budi.

Sedari itu komisi I DPRD kota Batam yang mewakili pemerintah kota Batam mendengarkan penjelasan Asisten Ekonomi Pemko Batam Pebrialin untuk mendengarkan penjelasan terkait pengosongan lahan yang ada di row jalan Trans Barelang.

Selanjutnya Budi berharap di RDP yang kita lakukan bersama ini hendaknya ada solusi yang kita lakukan sehingga proyek yang dilakukan berjalan dengan semestinya, namun demikian upaya untuk mencapai kesepakatan bersama menjadi yang utama.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Pebrialin, menjelaskan terkait dengan proyek penataan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, kecamatan Sagulung saat ini sudah berjalan dan berlangsung pengerjaannya, pada bulan September pengerjaan proyek tersebut sudah terlaksana.

Dari awal sampai akhir untuk penataan pengerjaan proyek sudah kita lakukan, jelas Pebrialin.

Perlu kita ketahui bersama di jam-jam sore pulang masuknya pekerja dari muka kuning – Tembesi sangat macet. Melihat kondisi ini merupakan target yang di prioritaskan Wali kota Batam, ujar Pebrialin.

Berharap proyek ini dapat berjalan apa yang menjadi penyebab kemacetan ini dapat terjawab.

Dari yang terdampak akibat proyek penataan Trans Barelang ini ada sekitar158 pedagang kaki lima (PKL) yang memempaatkan row jalan di Trans Barelang, Kelurahan Tembesi. Dari 158 PKL ada 48 PKL yang tidak aktif, jadi 110 PKL ini yang kita lakukan pertemuan pada hari Rabu (26/5) di kantor Camat Sagulung, dari hasil pertemuan ini jelas Pebrialin ada titik yang kita tawarkan kepada PKL yaitu dekat Gereja di depan Lembaga Pemasarakatan (Lapas) Tembesi.

Mengenai dengan rumah warga yang terimbas ada sekitar 115 rumah yang bermasalah di dalam dan ini juga masuk dalam penataan kita ujarnya.

Berhubung mereka ini ada di row jalan yang notabenenya adalah milik negara. Pemerintah kota Batam sendiri tidak dapat memberikan sagu hati kepada warga. Dalam hal tersebut pemerintahan hanya memberikan pasilitas rumah susun selama enam bulan gratis namun listrik dan air tanggung jawab mereka.

“Solusi ini kita berikan yang tidak bertentangan dengan regulasi”, tutupnya.

Ketua tim PKL Tras Barelang, Tembesi Radot Sitinjak, sangat mendukung penuh pembanguan yang dilakukan oleh Pemenrtah kota Batam. Mengenai hasil RDP kami dari PKL sangat lah puas apa yang sudah menjadi solusi bagi kami. Yaitu Pemerintah kota Batam telah mengalokasikan tempat bagi kami di depan Lapas Tembesi, Tutur Radot. (Ramadan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed