oleh

Kasus Dugaan Tindak Pidana Pekerja Migran Indonesia Dan Pemalsuan Hasil Swab

Batam – Anggota Pos Pol Pelabuhan Bripka Ikhwan mendapat informasi dari pihak Karantina Kesehatan Pelabuhan, bahwa telah ditemukan diduga pemalsuan surat hasil Swab/PCR milik penumpang/PPI dengan hasil negatif yang tertera dikeluarkan oleh RS. Awal Bross akan berangkat ke negara Singapura dengan menggunakan Kapal Majestik Liberty pada saat berada diruang tunggu keberangkatan pelabuhan internasional Batam Center.

Selanjutnya pihak Pos Pol berkoordinasi dengan Karantina. Pihak Karantina berkoordinasi dengan RS Awal Bross untuk konfirmasi surat hasil Swab/PCR tersebut.

Dari keterangan pihak RS Awal Bross bahwa penumpang tersebut melakukan pengambilan sample Swab/PCR di RS. Awal Bross dengan hasil positif, yakni : 3 (tiga) orang, yaitu inisial. TT, LL dan KS.

Selanjutnya anggota Pos Pol melakukan wawancara dengan penumpang tersebut untuk menanyakan yang memberikan surat hasil Swab/PCR tersebut didapat dari inisial DH. Kemudian DH adalah pelaku yang mengurus semua dokumen keberangkatan ke negara Singapura untuk bekerja.

Selanjutnya penumpang tersebut menghubungi inisial DH untuk datang ke Pelabuhan internasional Batam Center.

Kemudian sekira pukul 10.25. Wib inisial DH tiba di pelabuhan dan langsung diamankan oleh anggota Pos Polisi Pelabuhan.

Setelah itu diserahkan kepada unit Reskrim Polsek KKP untuk dilakukan proses pendalaman penyelidikan lebih dalam lagi.

Terhadap 3 orang migran tersebut yaitu insia TT, LL dan KS, saat ini di bawa ke RSKI Galang untuk ditangani sesuai SOP penanganan Covid-19 karena arsip hasil dari pada Swab PCR yang aslinya di RS Awal Bros adalah positif.

“Sementara inisial DH selaku pengurus mereka bertiga di Batam, saat ini akan kita cek antigen di RS Bhayangkara agar mengetahui inisial DH terkonfirmasi juga atau tidak karena dia yang mengurusinya.

Akan kita kembangkan lagi lebih dalam siapa-siapa oknum yang terlibat, sudah berapa lama, berapa dibayarnya 1 surat, siapa yang buat surat palsu tersebut dan lain sebagainya.

Akan kita dalami karena khusus untuk 3 orang calon penumpang tadi kita karantina dulu 5 hari di RSKI Galang, di Swab lagi.

Kalau di nyatakqn negatif baru akan kami periksa untuk di ambil keterangannya dan rencananya akan kami pindahkan juga ke RS Bhayangkara agar lebih ketat pengawasannya”: Tutup Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam Budi Hartono pada Minggu (9/5/21). (Ramadan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed