oleh

Anggota DPRD Kepri Hadiri Musrenbang RKPD Anambas

wahanaindonews.com, Anambas – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Daerah Pemilihan (Dapil) Natuna dan Anambas Taufik dan Hadi Candra menghadiri Pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun 2022.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Provinsi Kepri H. Ansar Ahmad, di Aula Kantor Bupati Anambas, Minggu, 4 April 2021 malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menginginkan agar Musrenbang ini tidak hanya sebagai formalitas saja tetapi betul-betul dikejar apa yang menjadi usulan dan rencana dalam pembangunan dapat terealisasikan dengan nyata, terutama sekali dalam hal pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19.

Pertumbuhan perekonomian di Anambas yang minus sampai -7,83% diakui oleh Gubernur Ansar merupakan imbas dari Covid-19 yang memutuskan hubungan Anambas dengan dunia luar. Terhentinya ekspor ikan keluar negeri dan tutupnya tempat pariwisata menjadi dua hal utama yang menyebabkan turunnya ekonomi Anambas.

Karena itu, kedepannya fokus perhatian Pemerintah harus pada pemberdayaan ekonomi yang menaikkan kemampuan daya beli masyarakat. Konsumsi rumah tangga memberikan pengaruh yang kuat terhadap kontraksi peningkatan ekonomi.

“Ketika kita bicara peningkatan ekonomi kita harus memperhatikan demand dan supply. Di sisi demand konsumsi rumah tangga masyarakat Kepulauan Anambas menyumbang di kisaran angka 12,6%. Padahal secara rata-rata nasional ada di angka 40%. Ini yang harus kita pacu dengan program padat karya,” sebut Gubernur Ansar.

Program stimulan bantuan UMKM dalam pencanangan pemulihan ekonomi nasional yang diluncurkan oleh pemerintah pusat harus sesuai dengan program yang ada di daerah guna memperkuat jaring pengaman sosial di masyarakat.

Selanjutnya upaya pemulihan ekonomi adalah dengan mempermudah investasi yang akan masuk ke Anambas. Gubernur Ansar menyambut baik Perda Investasi yang akan dikeluarkan oleh Bupati Kepulauan Anambas. Tetapi Gubernur mengingatkan bahwa di dalam Perda tersebut harus pula menyertakan relaksasi-relaksasi kepada pelaku investasi.

“Relaksasi yang paling penting itu adalah perizinan birokrasi yang baik. Saya minta kalau ada instansi vertikal yang berurusan dengan investasi jangan menyusahkan investor. Itu yang menciptakan teori gula dan semut. Jika kita bisa kasih gula yang bagus maka semut akan berdatangan,” tegas Gubernur Ansar.

Terlepas dari menurunnya perekonomian di Anambas, Gubernur Ansar mengapresiasi Kabupaten Kepulauan Anambas yang berhasil menjadi salah satu zona hijau dari tiga kabupaten berstatus zona hijau di Kepri.

“Covid-19 akan selalu menjadi perhatian utama kita. Kepulauan Anambas jangan sampai ada second wave terjangkit Covid. Ini supaya langkah-langkah pemulihan ekonomi yang sudah kita susun dapat berjalan maksimal,” ucapnya.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed