oleh

Tiga Hari Keliling Toba, Menko Luhut: Kita Jangan Motong Hutan

-Nasional-20 views

wahanaindonews.com, Medan – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tiga hari di Danau Toba, Sumut, meninjau sejumlah proyek strategis nasional.

Luhut dalam keterangan yang disampaikan lewat video mengatakan, dia mengunjungi 15 lokasi proyek pemerintah yang diperintahkan Presiden Jokowi untuk dibangun sejak satu setengah tahun lalu.

Dia mengawali kunjungan ke riset center food estate di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan pada 11 Februari 2021.

Menurut Luhut, sejauh ini seluas 215 hektare lahan sudah ditanami dari tahap pertama 1.000 hektare, yang tanahnya juga sudah dibagi-bagi ke masyarakat dan sisa 785 hektare lagi sedang berjalan.

“Sekarang kita sedang menyiapkan 2.000 hektare berikutnya untuk di-land clearing diharapkan selesai pada bulan enam, sehingga penanaman bisa dimulai tahun ini,” katanya.

Target penanaman, kata Luhut, tahun ini paling tidak 3.000 atau 5.000 hektare. Karena ternyata tidak mudah, mengingat prosesnya juga tidak sederhana, sehingga melibatkan sejumlah kementerian melakukan pekerjaan di sana.

Disebutkan, pusat penelitian ini untuk bibit-bibit unggul, seperti kentang, bawang putih, kopi dll. Demikian juga untuk herbal, yang bisa digunakan untuk macam-macam obat dengan berbasis big data.

Untuk herbal ada tanahnya 500 hektare dan sekarang 50 hektare sudah dibebaskan, karena itu tanah merupakan milik negara dan 15 hektare nantinya akan dimulai dibangun pusat perkantoran, pusat riset, dan kemudian lahan percobaan kira-kira 300 hektare.

“Dan itu memanfaatkan lahan yang sudah terbuka. Sementara lahan-lahan yang masih tertutup, hutan, itu dipelihara. Karena ternyata konsesi yang diberikan kepada dua perusahaan besar itu mereka juga motong pohon. Itu yang kita tidak mau, maka hutan itu banyak hilang. Saya lihat dari helikopter, saya baru paham sekarang ini tidak boleh kita motong hutan. Kita membersihkan lahan yang sudah ditumbuhi semak-semak tadi,” ungkap Luhut dikutip dari YouTube, Minggu, 14 Februari 2021.

Selain itu, kata Luhut, dia mengunjungi proyek pembangunan dermaga Porsea di Kabupaten Toba. Dermaga diperbaiki menjadi betul-betul bagus, didesain oleh arsitektur terkenal Yori Antar dan sekarang sudah 80 persen.

Luhut juga pergi ke SMA Kejuruan 3 Balige, Kabupaten Toba, khusus untuk pariwisata dan sudah selesai dibangun, dan diharapkan tahun ini menerima siswa baru.

Dia kemudian mengunjungi Dermaga Balige, yang sedang berproses dibangun, posisinya sama dengan dermaga di Porsea.

Ada juga 25 toilet yang dibangun di spot-spot turis di Toba. Dananya diambil dari CSR beberapa perusahaan dan saat ini dikontrakkan kepada organisasi internasional yang biasa mengurus toilet.

Toilet kata Luhut penting, karena kalau di tempat spot turis tidak ada air, tidak ada gunanya. Dia berharap pembangunan 25 toilet ini harus bersamaan selesainya dengan semua proyek lainnya.

Dikunjungi juga Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun yang kini sedang dirapikan, desainnya sedang dikerjakan, termasuk membereskan persoalan tanah di sana.

Lalu mengunjungi Dolok Sipiak, di mana dulu Luhut mendampingi Raja Belanda, dan di sana sudah ada toilet.

Masih di Parapat, Luhut mengunjungi Pesanggrahan Soekarno. Dia meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), rumah bersejarah itu dikelola langsung oleh Mendikbud di mana Nadiem Makarim sudah menyetujuinya.

Luhut juga melihat Pelabuhan Ajibata, Kabupaten Toba, dan Pelabuhan Ambarita di Kabupaten Samosir, yang sekarang dalam proses pembangunan dan paling lambat September 2021 semua sudah selesai dan bisa beroperasi.

Luhut juga terbang ke Siallagan, Kabupaten Samosir, yakni sebuah spot turis, yang dulunya tempat pengadilan dan pemancungan yang dilakukan beberapa ratus tahun lalu.

Presiden Jokowi pernah berkunjung dan meminta itu supaya dikembalikan kepada aslinya. Kementerian PUPR kata Luhut, telah mengerjakannya dan sudah selesai 70 persen.

“Kalau jadi akan sangat cantik di mana turis akan datang ke sana dan di sana ada toilet,” katanya, yang berbicara dari Laguboti, Kabupaten Toba.

Dia juga mengunjungi pembangunan Pelabuhan Simanindo dan Tano Ponggol.  Tano Ponggol merupakan sebuah kanal dan di atasnya ada jembatan sepanjang 250 meter.

Luhut mengakui pembangunan proyek ini masih tersendat persoalan lahan dan dia berjanji akan membereskannya dalam pekan ini.

Dari Samosir, Luhut mengunjungi ruas Tol Tebing Tinggi atau Tol Dolok Merawan yang sedang berproses. Ruas tol melalui Kota Pematangsiantar, dan diperkirakan akan selesai tahun ini, karena sudah rampung 70 persen.

“Kemudian studi yang dari Siantar ke Parapat-Sibisa sudah selesai 60 persen dan diharapkan juga ruas ini bisa selesai tahun depan juga. Sehingga nanti dari Kualanamu ke Sibisa hanya 1,5 jam. Di Sibisa akan ada hotel dan rumah sakit yang akan dibangun, dan ada juga di Sigapiton dan ada lapangan terbang di sana. Kalau itu jadi saya kira menjadi bagus. Tol Tebing-Siantar-Sibisa akan menjadi urat nadi perekonomian yang luar biasa,” tukasnya.

Terakhir pada Sabtu, 13 Februari 2021, Luhut dari Tebing Tinggi ke Tao Silalahi, Kabupaten Dairi. Di sana dia melihat banyak potensi, terutama pembuatan ulos yang sudah sangat maju pengembangannya.

Luhut mengakui, karena ada covid, semua proyek yang dia kunjungi sempat tertunda selama enam bulan.

“Setelah covid mulai bisa dikendalikan, proses pembangunan semua berjalan dengan bagus,” katanya.(red)

Sumber: tagar.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed