oleh

Direktur BU Pelabuhan Nelson Idris: Batam Menuju Operator Pelabuhan Kelas Dunia

wahanaindonews.com, Batam – Direktur Badan Usaha (BU) Pelabuhan BP Batam Nelson Idris mengatakan, pihaknya bersama KPU Bea Cukai Batam segera meluncurkan Auto Gate System (AGS) di Kawasan Pelabuhan Batu Ampar.

“AGS ini adalah sistem fasilitas pelabuhan otomatis bagi pengguna jasa yang masuk dan keluar pelabuhan,” sebut Nelson pada acara Konperensi Pers, Jumat, 8 Januari 2021, di Aula Gedung BUP BP Batam Batu Ampar.

Sistem ini, kata Nelson akan merekam secara otomatis tanpa perlu mengantri yang selama ini mempersulit akibat kemacetan di ruas jalan menuju Pelabuhan Batu Ampar Batam. Salah satu pelabuhan tertua dan teramai di Pulau Batam.

Diungkapkannya, bahwa AGS tersebut akan tersambung dan terhubung dengan aplikasi milik Bea Cukai. “Sehingga tidak ada pengecekan manual oleh petugas di pos keluar,” jelas Nelson.

Diharapkan dengan diberlakukannya sistem ini dapat menjawab keluhan pengguna jasa yang selama ini harus mengantri panjang saat kegiatan bongkar muat dalam keadaan padat.

Dan juga, kata Nelson AGS ini bakal meningkatkan sistem keamanan pelabuhan karena kenderaan dapat mudah lalu lalang di Pelabuhan yang nenerapkan kode ISPS ini.

“Namun dengan sistem ini para pengguna jasa mesti mengurus kartu pass tahunan baru boleh mendapat kartu passasi yang bisa yang bisa digunakan masuk dan keluar lewat Auto Gate System ini. Sehingga dengan penerapan AGS ini, ISPS Code dapat kita jalankan,” papar Nelson.

Dengan penerapan AGS ini,yang akan diluncurkan akhir Januari 2021 ini,membuktikan BU Pelabuhan terus berbenah berupaya mengubah Wajah Baru Pelabuhan Batu Ampar, apalagi kini sudah menerapkan digitalisasi dalam pelayanan jasa pelabuhan.

Lebih jauh, Nelson mengatakan bahwa Pemerintah Pusat telah menunjuk bahwa Pelabuhan Batu Ampar menjadi pilot project penerapaan sistem National Logistik Ecosytem (NLE) via Batam Logistic Ecosysten (BLE).

NLE kata Nelson Idris, memperkaya peran Indonesia National Single Window (INSW) yang mengintegrasikan perizinan lebih dari lima belas (15) Kementeri an dan Lembaga di lingkungan G2G (Goverment to Goverment). NLE tidak hanya mengakomodir kolaborasi G2G namun mampu memfasilitasi platform bussines to bussiness (B2B) dari hulu ke hilir.

NLE yang mana merupakan aplikasi yang dibangun oleh Pemerintah bertujuan mempermudah bagi pengguna jasa dan bertujuan memutus mata rantai birokrasi layanan logistik serta membuka seluas-luasnya informasi layanan kepada publik yang akan menurun biaya logistik.
“Kalau biaya logistik murah,maka harga-harga yang sampai di masyarakat juga akan mudah dan terjangkau, kata Nelson.

Pada bagian lain, Nelson menjelaskan bahwa sejak pandemic covid19 ada trend penurunan kegiatan.Dan pendapatan BU Pelabuhan BP Batam kini kian menurun.

“Kita lihat sendiri, akibat pandemic ini Kegiatan dan Pendapatan di bidang Jasa Kepelabuhanan cenderung menurun.Bayangkan untuk pelabuhan penumpang jelas tidak ada pendapatan (PNPB) misalnya dari Seaport Tax. Dan kita berharap wabah ini segera berlalu,” harap Nelson.(robertyahya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed