oleh

Anggota DPRD Batam Kritisi Kinerja PT Moya, Ini Sebabnya

wahanaindonews.com, Batam – Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Rudi, ST mengkritisi kinerja PT Moya setelah per 15 November lalu resmi membantu Badan Pengusahaan (BP) mengelola air dikota Batam.

Pasalnya, dalam 2 bulan belakangan diawal bulan, warga selalu mengeluhkan tarif pembayaran air yang membengkak setelah pengelolaan air dibawah naungan PT Moya.

”Warga meminta jawaban ke kami, dan ini sudah dua kali terjadi pada bulan Desember dan Januari ini,” kata Rudi yang duduk di komisi III DPRD Kota Batam, Kamis, 7 Januari 2021.

Sebelum proses peralihan pengelolaan air di kota Batam terjadi, Rudi sudah mewanti-wanti agar pengganti PT ATB harus lebih baik dalam mengelola air yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat kota Batam.

” Jauh hari saat proses peralihan ini belum terjadi, saya sudah ingatkan BP Batam agar perusahaan yang mengelola air untuk kepentingan warga kualitasnya harus lebih baik dari PT ATB,” kata dia dilansir dari owntalk.co.id.

Namun faktanya, Lanjut Rudi, dalam dua bulan belakangan warga selalu menjerit saat dan setelah melakukan pembayaran penggunaan air.

”Padahal pemakaiannya sama, tapi pembayarannya bisa lebih mahal daripada sebelumnya,” Kata dia

Untuk membantu masyarakat mendapatkan jawaban yang pasti, Rudi berjanji bersama dengan komisi III DPRD akan memanggil PT Moya untuk Rapat Dengar Pendapat.

Selain itu, Dia juga meminta agar Kepala BP Batam dapat menekankan bawahannya untuk melakukan verifikasi secara detail keluhan warga tersebut.

” Pengecekkan harus dilakukan secara detail, tidak hanya sampling,” tutup dia. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed