Kalapas Kelas IIA Batam Misbahuddin: “Sejumah 404 warga binaan Lapas/Rutan Batam nyoblos di satu TPS LP Kelas IIA Tembesi Batam”

oleh -29 views
  1. Batam.WahanaIndoNews.Com

Sejumlah 404 orang dari 1063 warga binaan di LP Kelas IIA Batam melakukan pencoblosan dengan tertib dan berjalan lancar tanpa keributan serta teratur.

Mereka warga binaan yang punya hak mencoblos pada Pilkada serentak 09 Des 2020 ini adalah mereka memiliki identitas Batam dan di Propinsi Kepri.

Demikian ujar Kepala LP Kelas IIA Batam Misbahuddin Bc.IP S.Sos MM kepada Wahana langsung di lobi utama LP tersebut Rabu 09 Desember 2020.

Dikatakan Misbah panggilan akrab pria ramah yang dekat dengan crew persmedia ini, warga binaannya nyoblos di kawasan LP tersebut di hanya satu Tempat Pemungutan Suara yakni setempat TPS 078 Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam.
Warga binaannteesebut sejumlah 300an orang memiliki KTP Batam seratus lainnya di Propinsi Kepri.

“Jadi kalau bukan KTP domisili Batam mereka tak ikut nyoblos Paslon Pilwako/Wawako Batam.Mereka yang seratusan hanya memilih Cagub dan Cawagub Kepri saja,” ungkap Misbah.

Pilkada serentak di LP sini tak ada Panitianya yang orang LP. Tim TPS dan saksi semuanya diluar pegawai saya, ungkap Misbah lagi.

Ditambahkan Misbah ketika ditanya Wahana, bahwa saat ini mayoritas warga binaan tersandung kasus narkotika. “Mayoritas ya sekitar 900an orang,dikategorikan warga binaan kasus narkotika,” ujar Misbah.

Disinggung lagi apakah ada warga binaan perempuan di LP sini, Misbah menjawab tak ada napi atau warga binaan yang jenus kelamin perempuan disini.

Pada bagian lain, dikatakan Misbah bahwa pada bagian belakang gedung Lapas Tembesi ada
Rutan Kelas IIA. “Di Rutan sini tersangka masih dalam sidang, dan belum inqrah di Pengadilan. Setelah ada Keputusan yang tetap maka akan dipindah masuk ke LP di gedung bagian depan ini,” imbuh Misbah.

Lebih jauh lagi, ketika ditanyakan Wahana jumlah Napi yang di vonis berat. Dijawab Misbah, saat ini ada 15 orang di Lapas Kelas IIA Batam yang menanti hukuman mati.

“Benar ada 15 orang Napi yang di ganjar hukuman mati. Dan sejumlah 15 orang juga yang divonis hukuman
seumur hidup,” kata Misbah seraya menambahkan dia saat ini dibantu sejumlah 135 orang staff Lapas yang sudah PNS.(robertyahya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *