Brigjen TNI Masuk Sarang OPM Ternyata Komandan Perang Rahasia Kopassus

oleh -42 views

wahanaindonews.com, Jakarta – Brigadir Jenderal TNI Izak Pangemanan, dengan gagah berani baru saja menembus masuk ke zona merah basis terkuat Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Yang bikin bangga ialah, Komandan Komando Resor Militer 172/Praja Wira Yakthi, rela bertaruh nyawa memasuki wilayah paling berbahaya di Papua itu, hanya demi bisa mengunjungi prajuritnya yang sedang bertugas di daerah tersebut.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, siapakah sosok jenderal yang bernyali besar masuk ke pedalaman Distrik Mbua,  Kabupaten Nduga, yang dikuasai OPM itu?

Dilansir dari VIVA Militer, Sabtu 17 Oktober 2020, akan mengungkap rekam jejak jenderal berbintang satu ini.

Perlu diketahui, ternyata Brigjen TNI Izak bukan perwira tinggi sembarangan lho, dia merupakan prajurit TNI berdarah baret meraih, sebab dia mengawali karier militernya bersama satuan infanteri Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Bahkan, dalam 20 tahun karier militernya, sebagian besar dihabiskan bersama Kopassus.

Yang terbaru, malah Brigjen Izak menjabat sebagai komandan perang rahasia Kopassus, ya beliau pernah menjadi Komandan Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus, pada tahun 2011.

Memang, sejak lulus dari Akademi Militer pada tahun 1990, pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, selalu dipercayai memegang jabatan penting di Kopassus. Sebelum menjabat Komandan Grup 3/Sandhi Yudha, beliau merupakan Wakil Komandan Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus.

Kariernya di Grup 3 Sandhi Yudha juga sangat matang, dia pernah bergabung dengan Batalyon 33/Wira Sandhi Yudha Sakti dan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayudha Utama. Malah pernah menjabat Komandan Batalyon 32 Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus.

Perlu diketahui, Brigjen TNI Izak memasuki zona merah basis terkuat OPM pada Sabtu 10 Oktober 2020, tujuannya ke wilayah berbahaya itu memang benar-benar ingin memberikan dorongan semangat kepada para prajurit TNI yang bertugas di kawasan itu.

Perjalanan Brigjen TNI Izak ke pos tugas prajurit TNI bukan sebuah perjalanan yang mudah. Selain daerah itu menjadi basis utama OPM, medan menuju lokasi juga sangat parah. Maklumlah lokasi berada di pedalaman Papua.

Jalan menuju ke Distrik Mbua terjal dan cuma berlandaskan batu-batu besar yang licin dan lepas, belum lagi cuaca di lokasi sangat ekstrem. Mobil TNI yang dikerahkan mengantar Brigzen Izak beberapa tergelincir. Bahkan terpaksa melaju dengan bantuan tali.

Dengan dikawal beberapa prajuritnya, Brigjen TNI Izak akhirnya tiba juga di lokasi, 13 jam dia menghabiskan waktu menembus zona merah itu. Setiba di Pos TNI, Brigen Izak langsung bercengkrama dengan pasukannya.

“Kepada prajurit, saya mengingatkan agar selalu meningkatkan komunikasi dengan masyarakat serta meningkatkan kewaspadaan mengingat akhir-akhir ini aktivitas kelompok separatis bersenjata terus meningkat. Jangan ada gesekan sekecil apapun dengan masyarakat yang dapat menimbulkan konflik baru,” kata Brigjen Izak berpesan kepada pasukannya.

Perlu diketahui, selain menjabat sebagai Danrem Korem 1721/PWY, Brigjen Izak juga merupakan Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops).

Dan prajurit TNI yang ditugaskan di wilayah tersebut adalah pasukan dari Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (VIVA.co.id/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *