Tanah negara diperdagangkan diduga oknum berinisial “P d” di Kawasan Kecamatan Sagulung Batam

oleh -282 views

Batam.WahanaIndoNews.com

Diduga keras lahan tanah vertikal milik negara atau kavling diperjual belikan, padahal tak kantongi izin dari BP Batam dalam hal ini Kepala Pertanahan (Dirlahan) BP Batam.

Cara menjualnya menurut sumber setempat dilakukan oleh oknum mafia lahan tsb dengan cara dari mulut ke mulut. Menurut sumber di bagian lahan BP Batam, penjualan lahan tersebut belum ada restu dari Badan Pengusahaan Batam.

Salah satu sumber yang tak mau disebutkan namanya menuturkan, pihak BP Batam belum lagi mengalokasikan lahan kaveling tersebut.Dan dilarang untuk dijual belikan.

“Tapi ternyata ada pihak yang dengan sangat berani untuk memperjual-belikan lahan kavling, serta mengaku telah mengantongi izin dari BP Batam, kata sumber setempat itu oknum tersebut tersohor bernama “P d”.

Pantauaan media ini bahwa lahan kavling yang diperjual-belikan oleh penceroboh itu jumlahnya sekitar ratusan tapak dan diduga permainan cara bagai mafia lahan.

Dengan bekal iming-iming ke calon pembeli, ada saja yang minat dan ada saja yang jadi korban pihak marketing berhati “culas”.

Salah satu sumber lain mengatakan, bahwa merketingnya terlalu berani menyampaikan kepada calon pembeli bahwa lahan tersebut telah memiliki izin resmi dari BP Batam.

Menurut sumber itu lagi, salah seorang marketing pemasaran kavling itu kepada wartawan media ini dinilai berlebihan.

Sumber itu mengatakan, marketing menjual Kavling 6 X 10 seharga 30 juta Rupiah.
“Mantapnya lagi sesuai “mulut manis” marketing itu, pembayaran bisa dicicil selama 10 kali.!

Pembayaran pertama ibarat DP (Down Payment) seharga 2,5 juta Rupiah untuk satu kavling,” kata sumber itu.

Menariknya lagi ungkap tenaga pemasaran itu, bahwa UWT (Uang Wajib Tahunan) yang dijual ke publik itu, sudah dibayarkan selama 30 tahun dan biaya seperti tersebut diatas sudah termasuk pembuatan sertifikat,” demikian informasi yang berhasil dikumpulkan media ini.

Sangat disangsikan legalitas lahan, atau dokumen-dokumen kepemilikan lahan tersebut.

Info lainnya menyebutkan, dokumen belum bisa dikeluarkan jika pembayaran kavling belum lunas dibayar oleh pembeli.

Modus permainan jual beli ini, sama seperti beli perumahan, kalau kavling belum lunas,belum ada dokumen yang bisa dikeluarkan.

Pihak BP Batam harusnya menindak dan memonitor, dan menyeret oknum yang terlibat di TKP. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *