DPRD Batam akan Panggil Pabrik Morning Bakery Terkait Longsor di Sakura Garden

oleh -24 views

Batam, Wahanaindonews.com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mochamat Mustofa meninjau lokasi longsor di Komplek Perumahan Sakura Garden, pada Senin, 22 Juni 2020.

Mustofa mengatakan, bahwa pihak MB selaku pemilik pabrik roti Morning Bakery dan Developer tidak boleh lepas tanggung jawab, melainkan harus mencari solusi jangka pendek sebagai langkah Preventif atau juga solusi jangka panjang demi keamanan warga sekitar terkhusus yang tinggal tepat berada di lokasi longsor tersebut.

“Pihak Pabrik Morning Bakery selaku pemilik pabrik dan pihak Developer yang membangun Perumahan ini (Sakura Garden) tidak boleh lepas tanggung jawab begitu saja, harus ada pertanggungjawaban atas keresahan warga ini,” ujar Mochamat Mustofa dilansir dari koranbatam.com.

Mochamat Mustofa berjanji akan memanggil pihak manajemen Pabrik Morning Bakery dan pihak pengembang (Developer) dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di DPRD Batam, guna mencari solusi atas musibah longsor yang melanda 4 unit rumah di Komplek Perumahan Sakura Garden, Batuampar, pada Sabtu, 20 Juni 2020 pagi, sekira pukul 08.50 WIB.

Selain melakukan peninjauan, Mochamat Mustofa, juga berdialog dengan warga yang terdampak longsor. Ia menyampaikan bahwasannya Pemerintah punya tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan-persoalan warganya, namun di satu sisi pihak Swasta harus bertanggungjawab juga karena setiap bangunan harus jelas izin Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) nya.

“Seharusnya, saat perencanaan, itu harus dipikir dulu dampaknya ke depannya seperti apa. Nah nanti kita mau dengar seperti apa yang akan disampaikan mereka (pihak pabrik Morning Bakery),” ucapnya.

Masalah longsor, kata Mustofa, akan menjadi perhatiannya apalagi saat hujan deras terjadi Sabtu, 20 Juni 2020 lalu, terjadi longsor dan banjir di beberapa tempat, diantaranya di Tanjung Uma dan Sakura Garden. Dirinya menyampaikan bahwa untuk bisa melakukan pemanggilan, Mustofa dan Siti Nurlela menyarankan agar warga yang terdampak longsor melalui Ketua RW terkait melayangkan surat ke DPRD Batam.

Di lokasi yang sama, kolega Mustofa di DPRD Batam, Siti Nurlela mengaku telah memantau kondisi Komplek Perumahan Sakura Garden, dan menurutnya Perumahan tersebut harus segera dicarikan solusi.

“Bertahap nanti kita akan carikan solusinya, dan langkah pertama kita akan menyamakan persepsi (Hearingkan),” kata anggota DPRD Batam dari Dapil Bengkong-Batuampar itu.

Sementara itu, Perwakilan dari salah seorang warga yang menjadi korban, Merlinda Putri mengaku sangat resah dengan kondisi tanah yang labil di belakang rumahnya, terlebih saat musim hujan membuat dirinya dan keluarga merasa khawatir akan terjadi longsor susulan.

“Kalau hujan kami tak bisa tidur, takut kalau tiba-tiba longsor lagi,” ucap Merlinda yang juga sebagai isteri Ketua RT setempat.

Lanjut Merlinda sekaligus mewakili korban lainnya, untuk meminta adanya perhatian dari Pemerintah dan pihak Perusahaan, sehingga kedepannya mereka bisa aman dan nyaman dari bahaya longsor tersebut.

“Kami meminta perhatian dari pihak terkait, seperti Pemerintah dan Perusahaan agar kami disini bisa aman dan nyaman tidak khawatir lagi, apalagi sekarang masuk musim hujan. Dan berharap dicarikan solusi yang terbaik lah untuk kami warga Komplek Perumahan Sakura Garden ini,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *