Anggota DPRD Batam : Insiden Job Fair Buka Cerita Usang Perekrutan Tenaga Kerja

Batam, Berita215 views

Batam – Insiden saat Job Fair di Batam 2022 yang berlokasi di SP Kecamatan Sagulung membuka cerita usang perekrutan tenaga kerja di Batam.

Anggota DPRD Batam Tumbur Hutasoit yang menyoroti pelaksanaan Job Fair Batam 2022 yang digelar Pemerintah Kota membuka info kelam dalam proses perekrutan tenaga kerja.

Tumbur mengaku sudah banyak mendapat laporan pencari kerja yang telah menyetorkan sejumlah uang demi bisa bekerja di perusahaan yang hendak dituju.

Jumlah uang yang disetorkan pun bervariasi antara Rp 3hingga Rp 6 juta hanya untuk bekerja dengan sistem kontrak selama tiga bulan.

Hanya saja, menurut Tumbur yang menjadi kendala adalah korban tidak dapat menunjukkan buktinya.

“Saya sudah mendapat keluhan para pekerja ini, mereka sudah bayar tetapi tidak kunjung bekerja, sementara uang sudah mereka berikan,” ungkap Tumbur.

Dia mengatakan dari informasi yang dia dapatkan dimana orang yang mengatakan bisa memasukkan kerja tersebut bekerja sama dengan orang dalam di dalam perusahaan.

“Jadi pencari kerja ini diminta uang agar dimasukkan kerja. Ini sangat miris sudah banyak yang jadi korban. Pencari kerja hendak mencari pekerja untuk mencari uang. Belum apa-apa sudah diminta sejumlah uang,” tegasnya.

Bahkan dirinya mengatakan hampir rata-rata perusahaan elektronik di Batam, jika tidak ada orang dalam sangat sulit untuk masuk kerja.

Dia mengatakan oknum-oknum di dalam perusahaan biasanya memasang orang-orang di luar perusahaan, untuk mencari pencaker dan meminta sejumlah bayaran.

“Tidak sedikit loh, paling murah Rp 3 juta paling tinggi Rp 6 juta,” bebernya.

Dia juga mengatakan saat ini tidak susah mencari kaki tangan oknum perusahaan di lapangan.

“Sangat banyak, hanya saja rata-rata kaki tangan di lapangan itu tidak mau menerima uang dari calon pekerja secar transfer. Mereka bisanya tunai dan meminta bertemu di jalan. Ini yang susah untuk dibuktikan,” kata Tumbur.

Dia meminta aparat penegak hukum agar membuat surat imbauan kepada seluruh perusahaan khususnya perusahaan elektronik di Batam.

Hampir semua perusahaan, kalau tidak ada orang dalam alias kalau tidak bayar tidak bisa masuk. Kasihan para pencari kerja. Mereka tidak punya uang mereka membutuhkan pekerjaan, tetapi diminta bayaran. Ini sungguh perbuatan biadab,” ucap Tumbur Hutasoit.

Di samping itu kata Tumbur, kualitas pekerja yang bekerja diperusahaan juga amburadul, karena tidak sesuai kemampuan.

Saat ini kata Tumbur, berapa perusahaan lebih dari belasan perusahaan yang memilih pindah ke Vietnam karena tidak sanggup bertahan di Batam.

“Kalau seperti ini lama-lama hasil produksi perusahaan di Batam juga akan kalah saing dengan perusahaan dari negara lain. Hal ini akan terus terjadi jika segala sesuatunya tidak dikerjakan dengan baik, alias dipaksakan,” tegasnya.

Editor: SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *