wahanaindonews.com, Batam – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Asep Safrudin bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad meninjau langsung sejumlah titik strategis keberangkatan arus mudik di Batam, Sabtu, 14 Maret 2026.
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan sarana prasarana, keselamatan pelayaran, serta kenyamanan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Danrem 033/WP, Dankoarmada RI Kawasan Barat, Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Wakapolresta Barelang, serta perwakilan dari BPTD Kelas II Provinsi Kepri, KSOP Batam, Direktur ASDP Roro Punggur, dan unsur Forkopimda Provinsi Kepri maupun Kota Batam.
Rombongan melakukan peninjauan di tiga lokasi utama yang menjadi simpul kepadatan penumpang, yaitu Pelabuhan Batu Ampar, Pelabuhan HarbourBay, serta Pelabuhan Roro Punggur. Di setiap lokasi, rombongan mengecek kesiapan armada kapal, sistem antrean tiket, hingga fasilitas pendukung bagi para pemudik.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan di Pelabuhan Batu Ampar, kapasitas kapal yang mencapai sekitar 2.600 penumpang saat ini telah terisi sekitar 2.500 penumpang. Dengan kondisi tersebut, jumlah penumpang dinilai masih berada dalam batas kapasitas yang aman.
Ansar juga menjelaskan bahwa pihaknya turut melakukan pengecekan langsung bersama kapten dan kru kapal guna memastikan kesiapan operasional, standar keselamatan pelayaran, serta kualitas pelayanan kepada penumpang. Hal ini dilakukan mengingat intensitas pelayaran diperkirakan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Selain itu, peninjauan juga dilakukan di Pelabuhan HarbourBay dan Pelabuhan Roro Punggur untuk memantau situasi keberangkatan dan kedatangan penumpang. Berdasarkan hasil pemantauan, masih terdapat masyarakat yang menunggu jadwal keberangkatan, namun penjualan tiket saat ini telah dilakukan secara online guna mencegah praktik percaloan.
Menurut Ansar, pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder telah berkoordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan praktik percaloan. Pihak KSOP dan ASDP juga telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk rencana penambahan armada kapal guna mengakomodir lonjakan jumlah penumpang.
Berdasarkan data sementara, jumlah penumpang pada arus mudik tahun ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan saat ini diperkirakan telah memasuki salah satu puncak arus mudik di wilayah Batam.
Sementara itu, Kapolda Kepri Asep Safrudin menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan subsatgas penegakan hukum untuk menelusuri informasi terkait dugaan praktik percaloan tiket yang dapat merugikan masyarakat. Ia juga telah berkoordinasi dengan pihak ASDP, KSOP, serta operator kapal Pelni di Batu Ampar untuk meningkatkan pengawasan di seluruh area pelabuhan.
Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran tiket dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, keselamatan penumpang merupakan prioritas utama sehingga jumlah penumpang dalam setiap perjalanan kapal telah dibatasi sesuai standar keselamatan pelayaran.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Nona Pricillia Ohei mengimbau masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian agar menghubungi Call Center 110 yang aktif selama 24 jam atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps. Ia juga mengingatkan masyarakat dapat melaporkan pengaduan melalui layanan barcode Propam yang tersedia di pos pelayanan dan kantor polisi jajaran Polda Kepri.
Selain itu, masyarakat yang merasa khawatir meninggalkan kendaraan atau barang berharga saat mudik dipersilakan untuk menitipkannya di kantor polisi terdekat, baik di Polsek maupun Polres. Layanan penitipan tersebut disediakan secara gratis sebagai bentuk pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama merayakan Idul Fitri. (Ros)
Editor: Sarwanto






